PONSEL BERPOTENSI MENYEBABKAN KANKER

Standard

Morning…🙂

Pagi-pagi baca KOMPAS, Am share ya.

Jadi ceritanya para pejabat di Taiwan sono ngadain pertemuan sama para ahli dan perwakilan sekolah untuk membahas masalah penggunaan ponsel di sekolah. Ini berkaitan dengan laporan para ahli kanker WHO yang mengatakan bahwa frekuensi radio medan elektromagnetik pada ponsel itu membahayakan bagi manusia. Membahayakannya itu adalah bisa meningkatkan resiko kanker.

Wow, ngeri kan? Siapa coba yang mau kena kanker. Tapi, siapa juga yang mau dijauhkan dari ponsel. Ponsel udah jadi bagian dari hidup kita, bukan hanya sekedar alat seperti telepon rumah, ponsel udah jadi budaya dan kewajiban bagi hampir seluruh umat manusia.

Buktinya ada sekitar lima miliar ponsel yang terdaftar di dunia *itu yang terdaftar lo, belum dengan yang ngumpet2*. Terus lama pemakaiannya pun terus naik dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi pernyataan WHO itu belum terbukti. Masih merupakan peluang. Jadi ‘ponsel menimbulkan kanker’, itu belum absah.

Ada 2 hal yang menarik dari berita itu.

  1. Pemerintah Taiwan keren banget!!! Hahaha…. *alay*. Well, mereka benar-benar bekerja serius. Cepat tanggap dan Concern sama rakyat Taiwan, bahkan pada anak-anak sekolahnya. Mereka melakukan pencegahan ini untuk memproteksi kemungkinan generasi muda mereka menjadi seorang penderita kanker. Mereka melibatkan para ahli dan juga perangkat sekolah. Mereka berdiskusi. Well, ini mengingatkan Am pada sila ke empat Pancasila tercinta kita ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan’. Taiwan yang dasar negaranya bukan Pancasila aja, menerapkan prinsip Pancasila dalam kehidupan mereka. Bagaimana dengan pemerintah kita? Bagaimana dengan kita?
  2. Melarang penggunaan ponsel? Yang benar saja…? anak SD pun sekarang sudah menggunakannya. Memang menurut saya kurang bijak menyerahkan ponsel pada mereka, apalagi ponsel-ponsel canggih atau smartphone. Apa yang akan mereka lakukan dengan aplikasi yang bejibun itu. Apa mereka benar-benar menggunakannya dengan baik dan bertanggung jawab? Saya kurang yakin. Saya kurang tahu sih gimana keadaan masyarakat di Taiwan sana. Tapi kalau di Indonesia anak SD sudah di kasih ponsel dengan fitur lengkap, saya rasa belum perlu. Karena menurut pantauan saya di lingkungan sekitar saya, pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel itu sendiri masih sangat kurang, kalau mau dibilang nggak ada sama sekali. Memang sih ponsel itu perlu untuk berkomunikasi, mengetahui keberadaan anak, dll. Tapi anak SD dan SMP? Sejauh mana sih mereka pergi. Kalau anak SMA mah masih wajar.

Kalaupun alasannya adalah untuk menghubungi orang tua, kenapa nggak di bikin wartel aja di sekolah. Atau telepon yang menggunakan koin itu. Jadi kalau anak-anak minta jemput, mereka tinggal masukin koin terus menekan nomor hp ortu mereka, tuuuuuttt tuuuut, nyambung deh. Orang tua tahu anaknya minta jemput. Masalah beres. Yayayaya…. saya tahu tidak sesederhana itu. Tapi, kalau memang ponsel sudah terbukti menyebabkan kanker, sudah cukup kan alasan untuk melarang anak SD dan SMP membawa hp ke sekolah?

Jadi sebenarnya tergantung kebijakan manusianya sendiri dalam menggunakan ponsel itu, dimana dia naruh, seberapa lama dia make, dan bagaimana dia menggunakan ponsel itu. Kalau kita menggunakannya dengan baik dan benar saya rasa resiko terkena kanker bisa diminimalisir. Tapi,  tetep aja, saya mendukung pemerintah Taiwan yang melarang siswa membawa ponsel ke sekolah. *siapa lo?*😀

Cre: http://www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s