5 Alasan Selebritas Korea Bunuh Diri

Standard

Ada  lima alasan yang mebuat banyak selbritas korea memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

  1. Orang Korea cenderung membentuk identitas mereka menurut pandangan orang lain. jadi kalau orang menganggap sikap mereka buruk, mereka akan menganggap diri mereka seperti itu. padahal belum tentu kan. intinya mereka lebih percaya anggapan orang lain daripada diri sendiri.
  2. Konsep Han yaitu bersikap diam dan berusaha tabah walau dalam keadaan marah. Jadi mereka itu mendem. Padahal kalau kita memendam sesutau secara terus menerus, itu hanya akan menjadi bom waktu, dan ledakan yang luar biasa, tanpa pengawasan akan menyebabkan mereka depresi dan mengakhiri hidup.
  3. Budaya tertutup menyebabkan orang-orang yang memiliki masalah cenderung sulit untuk mengonsultasikannya dengan orang lain. Padahal seorang psikolog atau konsuler sangat membantu kita untuk mempertahankan konsep hidup, menemukan semangat dan alasan-alasan kita untuk tetap bertahan. Namun, mereka cenderung malu ke konseling karena takut dicap buruk oleh orang  lain. Ini berkaitan dengan alasan pertama.
  4. Kepercayaan akan konsep reinkarnasi. Ini nih yang paling kuat. Seakan-akan segalanya akan beres kalau kita mati, kita akan lahir kembali dengan kehidupan yang lebih baik. Ya akhirnya banyak yang memilih mencari kesempatan kedua. Apakah kesempatan kedua itu benar-benar ada? Kenapa harus ribet mencari kesempatan kedua kalau masih ada kesempatan untuk memperbaiki saat ini. Ah… memang ribet deh alasan yang satu ini.
  5. Hampir separo penduduk korea tidak memiliki agama. Tidak ada pegangan dan pondasi yang menopang mereka untuk menjalani kehidupan yang memang berliku ini. Agama itu indah bukan?

Masalahnya adalah bunuh diri ini bisa menular. Kalau penggemar melihat idolanya bunuh diri, mereka juga berpikir untuk melakukannya, jika saat itu juga sedang dirundung masalah besar. Angka yang cukup signifikan menunjukkan hal itu saat artis Lee Eunju bunuh diri tahun 2005.

Apakah bunuh diri memang harus jadi jawaban terakhir. Menurut saya tidak. Itulah gunanya sahabat, keluarga, dan yang paling penting penghargaan atas diri sendiri. Saat kita menghargai diri sendiri kita akan menolak untuk bersikap seenaknya pada diri kita. Kita berhak untuk hidup. Berhak punya sikap.

Sahabat dan keluarga adalah elemen terpenting, mereka yang kita cintai adalah alasan yang paling krusial untuk kita bertahan. Seorang ayah ibu adik kakak, dan sahabat yang membagi tawa, canda, senyum, dan tangis adalah penopang kita. Sangat penting untuk menjaga hubungan baik, dan menyehatkan hubungan kita dengan mereka.

Kemudian yang paling penting agama. Saya percaya bagaimanapun sulitnya hidup ini. Sebesar apapun masalah saya. Ada Tuhan di sini. Mendampingi saya. Menjaga saya. Menyayangi saya, hamba-Nya. Karena Tuhan lah saya ada di dunia ini, dan hanya Tuhan yang berhak mengambil hidup saya. Dan jikalau saya harus kembali pada-Nya saya ingin kembali dengan baik-baik. Bukan dengan melawan takdirnya.

Saya yakin jika separuh warga korea yang tidak memiliki agama itu mengenal indahnya agama, mereka akan enggan bunuh diri. Dan jika pemerintah berhasil menjalankan program konselingnya, tingkat bunuh diri pun semakin bisa di tekan. Dunia ini terlalu indah untuk disia-siakan hanya karena masalah sesaat. Selalu ada jalan keluar. Selalu ada kesempatan dalam kehidupan. Kenapa mesti mencari kesempatan dalam kematian?

Credit: id.omg.yahoo.com

DONT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDIT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s