(Puisi) Rindu

Standard

Saat malam seperti ini

burung lelap di balik atap

aku tersekat dalam kotak

sempit pengap

wangi permen telah lenyap

aku rindu

rindu tawa canda

wajah-wajah ceriamu

senyum bahagiamu

gelakmu teriakmu

bahagiamu

aku tak rindu tangismu

tapi aku rindu masa itu

jemari terkait dalam genggam erat

kau hapus air mataku

kau ajari aku cara tersenyum

kau rangkul duniaku dalam dekap hangatmu

aku rindu kita yang terjajar seperti

ikan asin berebut kipas angin

aku rindu berlari bertingkah memelukmu

menciummu, menjawilmu,

aku rindu 31 kursi kayu dekil yang meratap

dikelas dengan 31 mempelai meja tegap

aku rindu suara tasmu yang dibanting

genderang perang bangkitkan semangatku

aku rindu teriakan salammu

aku rindu jalan panjang yang kita tempuh

ke kantin, ke perpus

aku rindu berlari bersamamu

aku rindu merajut mimpi dan hayal

aku rindu perbincangan kita

aku rindu tangan-tangan yang mengacung

wajah-wajah gairahmu

aku rindu

hanya rindu

rindu itu mencekikku di sini

di kotak hijau muda

wangi candy lenyap

aku merindukan

wangi asin peluhmu

aku merindukan The Rasconema

aku, kau, kita

-Ameony, 17 Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s