My Dear ‘N’ Oennie…

Standard

*keisenganmu ini, aku tidak akan menemukannya lagi. Entah kenapa itu membuatku sedih. Senyum lebarmu itu, dimana aku bisa menemukannya? Aku tidak bisa lagi berlari kearahmu oennie… ;(*

My Dear ‘N’ Oennie…

Before you go, kamu harus nikmatin keover alay-anku tentang kamu. Tentang kita.

Kalo kamu bilang 2 tahun ini waktu yang lama, salah banget. 2 tahun ini waktu yang sangat singkat untuk menampung semua kegilaan kita.

Awal pertama aku sekolah di Smama itu sangat menyebalkan. Thats not my choice, but my parents. I dislike that school, tapi itu awalnya. Ternyata pilihan ortu itu memberi berkah yang berlimpah untukku. Aku menemukan banyak hal berharga di sana, salah satu yang paling berharga itu kamu. ^^

Aku lupa bagaimana kita berkenalan, mungkin saat itu aku berbalik dari kursiku, melihat seorang perempuan ceking aneh berwajah tirus arab keindia-india-an dengan meja penuh dengan kartun imut dengan tulisan garis2 bulat yang aku nggak ngerti sama sekali apa artinya, gadis berwajah timur tengah itu duduk tepat dibelakangku. Aku nggak pernah berpikir kalau orang yang kuanggap aneh saat itu akan menjadi salah satu sahabat terbaikku.

Kita berbicara, mengobrol, terlalu sering nggak nyambung. Kebanyakan membicarakan pelajaran IPA kelas XI yang daebak, sanggup bikin mata dan otak keblinger. Lalu kita saling berbagi pikiran, dan menjalar turun ke hati. Hati kita menemukan satu kesamaan, yang mengikat persahabatan ini, ikatan itu berupa lima remaja dari belahan utara bumi yang bersinar, menjadi matahari ditengah gelapnya hubungan awal kita, mereka bernama SHINee. Kita selalu bisa membicarakan hal itu, dan nggak pernah bosen, nggak pernah kehabisan bahan, selalu aja ada yang bisa kita bahas, perdebatkan, dan kadang *tapi jarang banget*, sepakati bersama. Ditengah keberagaman pola pikir itulah kita bersama, menjalin pola-pola rumit yang aku sendiri nggak mengerti, tapi pola rumit itu mengikatku padamu, dalam ikatan yang kasat mata. Bukankah segala sesuatu yang berkaitan dengan hati itu terlalu rumit untuk dijabarkan? Ya! Aku hanya tahu, persahabatan kita terlalu banyak di warnai dengan gemerlap kilau SHINee.

 

Shinee menyatukan remaja berantakan dan buta seni tapi berjiwa terbuka seperti aku, denganmu yang mencintai seni dan keterampilan tapi berjiwa tertutup. Shinee menyatukan aku yang selalu melakukan sesuatu secepat kilat, denganmu yang lebih berasas ‘biar lambat asal selamat’. Shinee menyatukan seorang omnivora sejati dengan kapasitas besar sepertiku, denganmu yang lebih suka memamah biak dan berlambung kecil. Shinee menyatukanku, remaja yang begitu royal, denganmu yang teramat pelit :p Shinee menyatukanku yang selalu optimis dan berapi-api, denganmu yang lebih berpijak pada realitas dan meyakini alon-alon asal kelakon. Shinee menyatukan seorang seniman kontemporer yang menyukai kesunyian sepertimu, denganku, debater yang menyukai keramaian. Shinee menyatukan semua perbedaan dan kutub-kutub kita yang berbeda. Menyatukannya menjadi sebuah lukisan indah yang begitu mempesona, orang menyebutnya abstrak, tapi sebagian yang lain menyebutnya ‘persahabatan’.

Apa kamu masih ingat un? Saat2 kita menghabiskan waktu di perpustakaan, duduk di pojokan, membuka arsip koran seberat sepuluh kilogram, seukuran jendela kamarku, hanya untuk mencari gambar gedung untuk tugas seni yang selalu membuatku kebingungan. Kau mengajariku menggambar garis, satu-persatu, detile mendetile. Kita membicarakan hal-hal nggak penting tentang kelakuan teman2 kita yang menggelikan sampai pertikaian yang terjadi antar dua negara. Kita membicarakan stok uang jajan yang terbatas sampai gejolak ekonomi di belahan dunia lain. Kamu seringkali males membaca berita, kamu hanya mengagumi gambar2nya, menunjukkannya padaku betapa awesome nya karya itu, lalu seenaknya kau suruh aku membacanya dan menjelaskan padamu isi beritanya. Kamu juga membuka Kompas, yang pertama kali kau lihat adalah kartun2 di pojok sebuah halaman. Tertawa geli sendiri.

Kamu jarang ke kantin, karena kamu sangat irit. Berbeda denganku yang nggak pernah sarapan di rumah dan menjadikan kantin sebagai langganan sehari-hari. Kalau kamu ke kantin, kamu makannya lama banget, menikmati setiap kunyahan, membuatku kesal menunggumu selesai makan. Tapi aku tidak pernah bosan, karena selalu ada yang kita bicarakan.

Kalau jam belajar kamu sibuk dengan kertasmu sendiri, imajinasimu sendiri, kau menulis ff, menggambar, tidur, apapun, tidak mengacuhkan apa yang disampaikan guru, kamu bilang percuma, kamu nggak ngerti juga, mending kamu belajar sendiri di rumah. Tahukah kamu kalau aku khawatir. Aku selalu khawatir dengan sikapmu itu. Aku khawatir kalau kamu kesulitan menjawab soal2 ketika ulangan. Tapi aku selalu jadi bingung melihatmu santai2 saja mendapatkan hasil ulangan yang menurutku nggak memuaskan.

Apa kamu masih ingat waktu kita study tour? Aku duduk di sampingmu sepanjang perjalanan. Dengan akur kita duduk bergantian di samping jendela. Kita ngobrol, dengerin lagu, tidur, on line, asyik memoto wajah2 polos orang lain saat mereka terlelap. Ketawa cekikikan bareng 2 sahabat kita yang lain. Kita melihat jalan, mengelilingi borobudur bareng, berburu turis sampai ke keraton. Dan di jogja, malioboro, kita nekat naik term berdua, ngabur buat nyari oleh2 yang murah di toko yang ‘I’ oennie nggak bakal pernah mau masuki.😄 apa kamu masih ingat kalau kita pulangnya jalan? Kamu bilang sebentar lagi sampe dong, tapi kita nggak nyampe2, dan ternyata jalannya emang jauh banget. Terus kita juga mampir ke UGM, liat2 di FTE yang aku nggak ngerti sekalimatpun penjelasan kakak mahasiswanya sampaikan tentang instrumen2 raksasa itu. Aku bener2 buta elektrik. Tapi tetep aja sok2 an ngasih sambutan dengan semangat 45 di depan. Benar2 memalukan. >_<

Apa kamu masih ingat waktu jam olah raga. Kamu lebih milih jalan, santai, sedangkan aku berlari dengan semangat jor2an. Kamu gampang capek kan un? Terus waktu jalan santai, perutku bermasalah, badanku lemes, kita naik becak balik ke sekolahan di suruh Pak Guru, kamu nemenin aku di UKS dan nungguin aku yang bolak-balik ke toilet. Tapi waktu kamu sakit, aku malah nggak bisa ngenter kamu pulang karena nona arab dan kaka ipar semangat banget buat ngabur dari jam belajar. Hahahaha…

Banyak hal yang aku lupakan oennie. kuharap ini bukan gejala alzheimer. Hanya saja, aku nggak tahu gimana cara mengingat berjuta kenangan kita itu.

Oennie, aku menikmati setiap perjalanan 30km ku ke rumahmu, banyak diantaranya kulaui dengan matahari menyengat di ubun2ku, dan beberapa kali hujan dan angin deras membuatku oleng dan harus menempelkan diri pada truk2 raksasa agar aku tidak terbang di bawa angin. Aku benci jas hujan, jadi kubiarkan diriku basah kuyup. Aku nggak pernah menyesal pernah melakukan itu semua. Perjalanan kita masih panjang, tapi aku nggak bisa lagi jalan ke rumahmu. Ngerampok isi perut roo. Nggak bisa liat senyum sumringahmu ngebukain aku pintu. Duduk2 males di kursi ruang tamu, ngobrolin banyak hal. Aku nggak mungkin tidur di kamarmu dan dirubungi semut lagi. Nggak mungkin ku ngelakuin itu semua lagi saat kamu nggak ada di sini.

Aku juga nggak mungkin ketawa ngakak mpe sakit perut liat running man bareng kamu, atau terpesona mandangin MV terbaru dari artis KPOP. Mungkin setelah kamu pergi, intensitas ku akan kpop semakin berkurang. Mungkin aku Cuma konsen ke ff nya aja. Soalnya nggak ada yang downloadin MV2 baru, dan reality baru lagi. Kecuali ‘I’ oennie atau ‘M’ oennie mulai rajin.😄

Oen, akankah segala sesuatunya berubah setelah perpisahan ini? Sungguh, itu hal yang tidak kuinginkan. Aku masih ingin kita yang seperti ini. Kita yang sangat berbeda tapi bisa menggenggam erat dalam sebuah ikatan oennie dongsaeng.

Aku tahu aku sering banget kesel sama kecuekanmu yang overdosis, kamu yang nggak peka sama perasaan orang lain. Tapi nggak bisa dipungkiri aku akan merindukanmu, merindukan banyak hal tentang kamu. Tentang kita.

Sekarang aku juga tahu, walaupun Shinne ntar nggak ada lagi, udah pensiun, itu nggak akan mempengaruhi persahabatan kita, aku tetep sayang kamu, kamu tetep sahabatku. Aku selalu pengena punya kakak dari kecil. Itu udah jadi obsesiku. Tuhan memang nggak ngasih kakak biologis ke aku. Tapi Tuhan ngasih aku kamu, ‘I’ oen, ‘M’ oen. Itu udah cukup. Sekarang Tuhan ngejauhin kita berdua. Nggak tahu apa lagi rencana Tuhan buat kita. Tapi aku selalu berdoa semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, semoga Tuhan selalu menjaga kamu, membahagiakanmu. Semoga Tuhan mengirimkan jjong lain yang lebih real buat menghapus segala unlogical connection antara kamu dan jjong yang sering bikin aku frustrasi. Gimana nggak? Connection kalian itu Cuma buat hal2 yang nggak enak, coba pas yang enak2, connection kalian malah nggak bekerja. >’<

Semoga jarak kita bisa diperpendek lagi, balik seperti dulu. Ya, aku tahu nggak mungkin. Aku hanya yakin, persahabatan ini bukan persahabatan ece2 yang sebentar aja udah sombong2an dan cuek2an. Kita lebih dari itu. Sinar yang di nyalakan Shinee begitu kuat dihatiku, semoga begitu juga di hatimu. I love you oennie… foreva…

~ dongsaengmu yang alay

udong

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s