Another Question in Sweet Morning

Standard

 

Assalamualaikum cantik.

 

Bagaimana kau memaknai cinta? Bagaimana pagi yang sendu dengan suara air yang memandikan batu dengan kesegaran berlimpah menyentuh hatimu? Bagaimana manisnya nasi yang lembut kau lumat? Bagaimana senyuman teman yang penuh kelembutan bulan membantumu bertahan seharian?

 

Pagi ini mataku sulit sekali dibuka, seperti direkatkan oleh lemĀ  yang kuat. Bangun dan mandi kemudian solat, telat karena jarum pendek sudah melenceng sedikit dari angka enam. Lalu berangkat ke kampus dan mendapati teman-teman yang datang dengan senyum yang bersinar dan entah bagaimana caranya menedeuhkan.

 

Tidak lama kemudian, kakak tingkat masuk dan melemparkan pertanyaan. Sejenis kuisioner. Pertanyaannya menarik. Pendapat kamu tentang temanmu.

 

Siapa menurutmu yang paling bijaksana?

 

Siapa yang paling datang awal ketika kuliah?

 

Siapa yang datang paling akhir?

 

Siapa yang apatis?

 

Siapa yang sombong?

 

Siapa yang paling kamu suka?

 

Siapa yang paling kamu tidak suka?

 

Siapa yang paling egois?

 

Siapa yang paling supel?

 

Tapi dari semua pertanyaan itu gue kesulitan mencari jawabannya.

 

Jauh dari semua pertanyaan itu, jawaban terselip samar, seperti matahari yang mengintip malu di balik gedung dari jendela lantai tiga ruang kuliah gue.

 

Jawaban dari satu pertanyaan yang nggak ada di kertas kuisioner itu.

 

Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan alam ke gue yang kehilangan definisi tentang kekasih?

 

Siapa yang sudah mencuri hatimu?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s