This New Year Is Not Beauty Like You See

Standard

Bagaimana kalian melewati tahun baru kemarin? Do you do something good? Yes, I do. Oke, gue nggak tau ini baik atau malah gila. Di malam yang ramai itu, gue, sahabat gue, Aishlin, dan adiknya Glenn gowes maksa. Maksud gue maksa adalah, kami nggak ada persiapan apapun, Cuma bermodal satu sepeda pixy, satu sepeda gunung, dan satu sepeda keranjang dengan gigi juga. Si Glenn yang emang dari sononya tergila-gila sama pixy lah yang keliatan bener-bener niat gowes. Sedangkan gue sama aishlin dengan santainya make sandal jepit. Gue make ransel merah dengan baju angkatan gue, (please, gue nggak nyuci semingu, tinggal itu yang bisa dipake) dan aishlin dengan ke-childish-annya yang jarang banget muncul, malam itu dia berasa menjelma jadi Gita Gutawa, why??? Hanya gara-gara sepedanya berkeranjang. Gitu aja. Menurut gue sih, nggak mungkin Gita mau cape-cape sepedaan di tengah malam taun baru, sementara dia punya kegiatan yang lebih berkualitas daripada ini. Bernyanyi misalnya?

Well, kami menuju pusat kota tetangga. Disemangatin sama pak polisi yang lagi mengamankan dan berjaga di pinggir jalan padat. Semua orang excited sama pergantian tahun. Gue, Aishlin, dan Glenn ngayuh sepeda dengan semangat. Gue juga sempet ngompa ban sepeda gue yang kempes. Nah masalah tiba ketika kami mau nyebrang. Penyebrangan jauh, padahal di depan kami sudah nyaris macet saking banyaknya motor yang numplek di jalan. Alhasil gue dan kedua sahabat nekat gue sepakat buat ngangkat tuh sepeda. Glenn rela tukeran ngangkatin sepedanya Ash karena sepeda Ash emang paling berat. Lo tau setinggi apa trotoar yang menghalangi kami dari seberang jalan itu? Setinggi lutut sodara-sodara. Tinggi euy. Sepeda gue nyangkut. Gue nggak kuat. Belum ditambah banyaknya motor yang lalu-lalang. Gue kalang kabut. Untungnya, ada malaikat yang dengan baik hati ngangkatin sepeda gue. Seorang cowo, yang ternyata temen SMP gue. Gue nggak nyadar kalo Ash nggak teriak-teriak ngingetin gue. Setelah ngucapin terimakasih gue ngelanjutin perjalanan sama Ash dan Glenn. Sementara temen SMP gue jalan kaki sama temen-temennya.

Kami memutuskan buat minum di depot es teler. Kami bertiga, sangat tidak kreatif, kompak mesen jus susu coklat. Nggak ada variasi nya sama sekali. Itupun akhirnya bayarnya kurang seribu karena kami nggak ada duit pas, dan ibu pemilik depot nggak punya uang kecil buat kembalian. Malu-maluin emang kami bertiga.

Si Glenn udah ngajakin pulang, tapi Ash masih pengen lanjut. Ash pengen nunggu sampai pergantian tahun. Itu pertama kalinya gue ngeliat Glenn mau dengerin kakaknya. Dia bertahan mendengar kecerewetan kami, dan tetep ngejagain kami. Padahal easy banget buat dia pulang, dan ninggalin kami. But, as a man, he stay and guide us. Am I already tell you he still 14?

Saat bersepada dan terengah meninjak pedal karena udah terlalu lelah, sebuah kecelakaan terjadi di seberang jalan. Gue sih nggak liat, Cuma denger suaranya yang keras. Kata Ash, dia ngeliat, si pengendara jumping dan akhirnya beneran keputer-keputer, keguling-guling, dan entah berakhir bagaimana. Gue jadi inget kata salah satu tweeps di twitter, dia minta dokter muda yang jaga di IGD buat bersabar. Karena malam taun baru IGD bakalan penuh sama korban kecelakaan dan luka bakar akibat petasan. Bener banget tebakan dia.

Kami melanjutkan perjalanan ke pusat keramaian. Glenn ngajakin pulang lagi, tapi Ash pengen beli pisang karamel. Apa gue pernah cerita kalo pisang karamel di sini sangat luar biasa enak. Gue sih nggak doyan-doyang banget, nggak kaya Ash dan Rae yang rela menempuh perjalanan panjang CUMA BUAT BELI PISANG KARAMEL. Tapi sebagai sahabat yang baik ya uadah gue ikutin aja maunya Ash. Sial, pisang karamelnya tutup. Mas-mas yang jualan juga pengin taun baruan. Akhirnya Ash nerima kenyataan kalo nggak ada acara pergantian tahun dengan bermesraan sama pisang karamel nya.

Saat mendiskusikan kemana kami harus pergi lagi, gerimis turun, tanpa berpikir panjang Glenn dengan seketika meneriakkan nama temannya, yang rumahnya dekat dengan lokasi kami berada sekarang. Dengan kecepatan penuh kami meninjak pedal sekuat tenaga, diselingi napas yang tersengal-sengal karena lelah. Sampai di rumah Gabriel, hujan turun dengan deras.

Gue nggak kenal Gabriel, Ash juga Cuma tau gitu-gitu aja. Glenn juga yang mengusulkan tempat itu malah cuma diem karena dia lumayan canggung, gara-gara BB nya rusak dibawa mandi ujan kemaren dulu, dia jadi nggak pernah lagi ngumpul sama comunity gowes yang dipimpin Gabriel.

Untungnya di sana ada Devlin, cowonya Ani, kakanya Ash dan Glenn. Devlin nemenin kami ngobrol, sama Gabriel juga. Di sana banyak temen-temennya Gab dan Devlin, dan…. jelas mereka tertarik sama Ash. Gue selalu nyadar kalo pesona Ash emang nggak bisa ditutupin walopun dia udah basah kuyup dan lelah.

Kami duduk di teras sementara sebagian temen-temen Gab di dalam rumah. Glenn nelponin Ani, minta jemputin kami. Ani yang masih ngumpul sama temen-temennya di rumah neneknya nyuruh kami nunggu sementara dia masih sibuk. Ash minta Devlin buat nelpon, dan yeah Ani bilang iya. Jadi kami terdampar dengan sangat memalukan.

Pukul 12.40 Ani ngejemput, berdua sama sahabatnya. Kami pulang naik mobil Ani, sementara sepeda di titipin di rumah Gab. Jalanan yang waktu kami berangkat penuh sesak sekarang lengang. Motor terparkir sembarangan di pinggir jalan. Sementara orang-orang berteduh di mana ada tempat beratap. Bahkan di atas meja bulat kecil berpayung di pinggir jalan.

Yang menyedihkan adalah ketika kami sudah masuk jalan kota kecil kami, dipinggir jalan, kami melintasi seorang bapak tua dengan gerobak pentol (bakso yang dimakan cuma baksonya aja, makannya nggak pake kuah atau mi, Cuma ditusuk baksonya doang) yang payungnya rusak terombang-ambing angin deras, bapak itu berusaha mengayuh sekuat tenaga, sekaligus menjaga agar gerobaknya tidak oleng diterjang angin.

Gue yakin si bapak pasti nyiapin pentol lebih banyak buat malam ini. Wajar, karena pembeli juga diprediksi membludak, karena semua orang pada turun ke jalan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Hujan deras membuat orang-orang menyingkir. Bapak itu pulang, tidak berdaya melawan keberingasan alam.

Gue mikir, berapa banyak orang yang kaya gitu? Berapa banyak penjual terompet yang nggak dapat apa-apa, pulang kecewa dengan terompet yang hancur karena basah. Berapa banyak orang yang kecewa dan kehilangan rejekinya.

Well, Allah itu Maha Besar. Kebesarannya terlalu hebat untuk dilawan. Yang Maha Besar tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Yang kita butuhkan bukan perayaan besar-besaran pergantian tahun. Yang kita butuhkan adalah perenungan. Apa sih yang udah kita lakukan selama ini? Apa itu bermanfaat buat kita dan orang-orang di sekitar kita? Atau malah terlalu banyak hal-hal yang tidak kita sadari ternyata menyakiti orang-orang. Yang mencintai kita ataupun tidak.

Apalagi liat berita di TV dan di koran, banyak banget kerusuhan yang terjadi sepanjang tahun, terutama di akhir tahun. Miris gue. Bukankah seharusnya di akhir tahun ini kita berkaca, kita melihat lagi, sejauh apa kita sudah berkembang? Kesalahan apa yang sudah kita lakukan selama setahun ini? Gimana cara memperbaikinya supaya nggak terulang di tahun depan? Bukan malah menambah kesalahan-kesalahan. Menyelesaikan masalah dengan emosi itu sia-sia. Api dilawan dengan api malah akan melahap segalanya, tidak bersisa. Tidak ada yang diuntungkan. Semuanya rugi. Tapi ketika dinginnya air menyirami api yang membara, api akan padam, cepat atau perlahan, ketenangan itu menular, sama menularnya dengan ketegangan. Jadi tergantung apa yang kita pilih. Apakah kita ingin tenang atau tegang?

Semoga tahun depan kerusuhan tidak terjadi lagi. Semoga naga air tidak menyemburkan apinya, tapi malah menyiramkan sejuknya air dan kedamaian di tahun 2012. Semoga Allah SWT mengganti rezeki paman pentol yang pulang di malam badai itu dengan rezeki yang lebih banyak dan berlimpah dan lebih berberkah. Semoga Am bisa menulis lebih banyak dan lebih berkualitas lagi. Menyentuh dengan cerita yang memiliki nilai-nilai positif. Nggak sekedar buat hiburan dan mengisi waktu luang.

Ini postingan pertama tahun 2012, wish you can get the value that I shared. Am have to sleep. Besok ujian praktikum histo, dan am belum nemu preparat colon.

Happy new year 2012 chingu ^_^.

Love

Ameony

Ns: sampai hari ini sepeda yang dititipin di rumah Gab belum di ambil dan am diprediksi bakal dapet pacar kaka tingkat tahun ini -_- may I wish?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s