OSCE PEMERIKSAAN LEHER DAN RONGGA MULUT

Standard

buat mahasiswa FK dengan sistem blok, ujian osce ini masuk ke blok 5. blok endikrin dan metabolisme.

menurut saya, osce ini tidak begitu rumit dan mudah dilakukan.

1. pemeriksaan leher

untuk pemeriksaan leher harus diawali dengan anamnesis sederhana, perkenalan, memberitahukan tujuan dan manfaat pemeriksaan, kemudian menunjukan rasa empati.

kemudian dilanjutkan dengan meminta pasien melepaskan pakaian bagian atas. tapi ini nggak selalu. ada beberapa dokter yang nggak masalah kalau pasiennya tetep pakai baju. pake kaos juga oke.

terus pemeriksaan pertama adalah bentuk leher.-simetris atau tidak.-tinggi dan lebar normal atau tidak.

kemudian pemeriksaan kulit, apakah terdapat scars, lesi, memar, perdarahan, atau merah yang menandakan radang. ini dilihat sampai kulit leher,

setelah itu daru pemerinsaan musculus sternocleidomosteideous dan musculus trapezius. diinspeksi dulu baru di palpasi.

kemudian melihat palapasi vena jugularis interna dan arteri carotis comunis baik externa maupun interna. biasanya sih nggak keliatan. kalau yang keliatan banget itu bisa mengindikasikan hipertensi.

kemudian melihat pembesaran kelenjar limpe. ini ada 7. 

– preauricular

– submandibular

– submentar

– cervicalis

-supraclavicularis

bagian belakang

-auricula posterior

– oksipitalis.

setelah itu melihat apakah ada pembengkakan lain.

baru melakukan gerakan dari anteflexi, retroflexi, lateroflexi, dan rotasi.

dicatat dan selesai untuk pemeriksaan leher.

kemudian pemeriksaan kelenjar tiroid.

apakah ada pembesaran, simetris atau tidak, bentuknya seperti apa.

baru dilakukan pemeriksaan bimanuil. jadi dokter berdiri di belakang dengan menggunakan dua jari di sraba kelenjar tiroidnya, kemudian pasien di suruh menelan, kalau kelenjat tiroid normal, laporannya tidak ada perbesaran, simetris, dan ikut bergerak ketika menelan.

setelah itu pemeriksaan trakea, trakea terletak di atas fossa suprasternalis, di raba dengan jari telunjuk atau jari tengah, dilihat apakah ada pergeseran atau tidak.

kemudian pemeriksaan terakhir. ini yang agak banyak.

pertama inspeksi bibir, ada pecah2 atau tidak, warnanya seperti apa. 

dan fleksi labia, apakah ada sariawan atau tidak.

kemudian inspeksi dens dan gingiva. 

dens apakah ada caries, calculus, atau missing tooth.

untuk gingiva, warnanya merah segar atau seperti apa.

kemudian pemeriksaan lingua, papila valata, foliata, fungiformnya normal atau terjadi fuss atau nanah.

kemudian lidahnya digerakkan, apakah terjadi parise atau tidak.

setelah itu lidah di minta menyentuh palatum, dan dilihat frenulum dan papila carancula sublingua yang merupakan muara glandula submandibularis, dia berada tepat di pangkal frenulum.

kemudian plica sublingualis yang merupakan muara dari glandula sublingualis.

kemudian muara kelenjar parotis yang ada di atas molar kedua. 

dan terakhir melihat tonsila palatina.

selesai.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s