12 Maret 2009

Standard

judul foto: you will never walk alone

somewhere in Egypt

12 maret 2009

Debu dan dingin yang menggigit berlomba untuk menghancurkan konsentrasiku. Tapi aku tetap mengemudi. Dengan kecepatan sedang. Menunggu. Dan berpikir. Dia di sana. Untukku.

Jika ada yang harus ku simpan ketika aku pergi, itu adalah semua hal yang tidak berhubungan dengan nya. Karena aku ingin membawanya, bahkan ke tempat yang tidak ku tahu alamat pastinya.

Dia adalah pria yang lembut, dengan setangkai mawar berwarna putih tak berwujud, dia adalah bentuk cinta yang berkebalikan dari rasionalitas yang kuanut selama hidupku.

Dia adalah lelaki yang acapkali di sebut suami. Dia adalah bulan yang hadir bahkan saat matahari menyengat. Dia hangat,lembut, dan dia…. mencintaiku.

Rumah, Malam

Bukankah hal yang wajar kalau aku memasak yang terbaik untuknya? Tapi dia malah menarikku ke kamar. Menyuruhku istirahat, sementara dia keluar dan pergi entah kemana. Aku menghela nafas tidak mengerti dan memilih untuk berganti baju dan berebah. Lima belas menit kemudian dia kembali menerobos pintu kamar dan menarikku ke dapur. Hidangan tersedia di atas meja, tanpa lilin, tanpa wewangian, tapi aku merasa dia adalah lelaki paling romantis di dunia ini.

“aku memang perhitungan dengan uang, tapi aku nggak mau istriku capek dan kerja lagi buat bikinin aku makan malam.”

Aku makan, tidak pernah selahap ini selama hidupku.

Rumah, Pagi

Memasang dasi dan menyiapkan sarapan selalu menjadi bagian dari tugasku. Tapi dia dengan telaten membantu menyapu rumah dan membersihkan pekarangan karena dia tahu aku harus pergi secepatnya ke rumah sakit.

Matahari mengintip malu ke arah kami berdua yang sarapan dengan setengah berlari. Dia mengecup keningku dan memelukku erat, meninggalkan wangi parfumnya di kemeja kerjaku, memberi tanda bahwa aku miliknya walaupun serbuan pasien meninggalkan bau yang berbeda. Baunya manis, tapi tidak memuakkan.

Aku membersihkan sepatunya yang kotor karena becek, tapi dia mengambil alih dengan lembut dan memintaku untuk mengambilkan map yang tertinggal di atas meja. Atau sengaja di tinggal di atas meja. Setelah aku sampai lagi di pekarangan. Sepatu coklat mudaku sudah mengkilat rapi di samping sepatunya. Dia tersenyum dan mengecup keningku lagi, sambil berbisik, “enjoy your work, doc”

13 maret 2009

Dan aku, aku akan selalu berusaha menjadi istri yang baik, dengan segala kericuhan di dalam rumah minimalis kami. Keribetan dan kecerobohanku. Aku yang tidak telaten melipat pakaian, aku yang tidak rapi menyetrika pakaiannya, aku yang mengepel lantai terlalu basah atau terlalu banyak cairan pembersih lantai. Aku yang muntah jika membersihkan toilet. Aku yang mengomel kalau dia meninggalkan barang di sembarang tempat. Sedangkan aku selalu lupa menaruh stetoskop dan ribut mencari di pagi hari ketika akan pergi kerja. Aku yang lupa menaruh kunci mobil. Aku yang lupa menutup jendela. Aku yang jauh dari sosok istri sempurna. Tapi selalu ada cinta. Ada pertahanan. Ada kelembutan. Dia yang menarik lembut tanganku, mengajariku bernafas di antara tekanan pasien yang menyesakkan. Dia yang memahami dan mengerti beratnya profesiku. Dia yang membantuku bangkit saat telah merasa putus asa sebagai seorang dokter. Dia, dia yang menerima aku apa adanya. Dia yang mencintai ku dengan kebijaksanaan yang sederhana. Dengan kesabaran tiada batas. Aku memulainya tanpa cinta. Dan di setiap detik dalam rumah tangga ini, mutiara cintaku padanya mengalir, tak terbendung, seperti niagara yang eksotis membelah barisan karang daratan curam. Sebanyak apapun rintangan, cinta yang dia ajarkan terlalu deras untuk di halau.

Thanks to being here F.  :)

thanks to om Gusti Ellvian N. R.

One thought on “12 Maret 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s