10 Mei 2012, Mungkin Inilah Kenapa Harus Cinta…

Standard

 

Dua bulan lalu dia menanyakan, apa sebenarnya hubungan kita. Ku bilang aku tidak tahu, aku nyaman menjadi seperti ini, orang yang bisa kau hubungi kapan saja, orang yang bisa kau bagi tentang apapun. Jika aku menjalin suatu hubungan, aku tidak ingin main-main. Dan dia mengatakan bahwa dia serius. Ragu, tapi kujalani dengan bismillah. Dan setiap hari, setiap detik, setiap waktu, aku tahu dia telah menanam bibit itu dengan baik, dia membuat kebunnya sendiri di hatiku, yang aku tak rela jika ia biarkan layu.

Entah apa arti dua bulan bagi sebuah hubungan yang terpisah oleh lautan.

Entah apa arti hari-hari yang berlalu ketika bahkan kau berada di luar jangkauan pandang.

Entah apa artinya semua itu bagi orang lain.

Bagiku, dua bulan itu artinya aku tahu.

Aku tahu kalau dia tidak konsisten :p, dia tidak tahu warna apa yang paling dia sukai, kadang dia suka putih, hitam, dan kata mereka, dia juga suka abu.

Aku tahu kalau dia bangun pukul 05.00 pagi, kadang sebelum itu, dan selalu ada ucapan ‘pagi sayang’ yang muncul di layar hp ku, ketika aku bangun. Suatu energi, atau kebiasaan yang memberi kekuatan untuk 24 jam hariku yang melelahkan.

Aku tahu kalau dia juga tidak konsisten dengan makannya, kadang dia teramat lapar, dan merutuki katering yang kunjung datang, kadang dia membiarkan makanan itu menunggu untuk disentuh karena dia masih kenyang, atau dia memilih untuk berjalan kaki, mencari makan di luar.

Aku tahu dia sangat hemat, kalau tidak mau di bilang pelit. Dia lbih suka irit di awal bulan, dan bernafas agak lega di akhir bulan.

Aku tahu dia tidak suka makan siang, lebih sering makan dua kali sehari.

Aku tahu dia suka ayam goreng.

Aku tahu dia sudah siap satu jam sebelum jadwal kuliah, dan berada di kampus minimal setengah jam sebelum kuliah di mulai.

Aku tahu dia akan menunggu adzan, sebelum berangkat keluar, untuk keperluan apapun.

Aku tahu dia sangat mencintai ‘tidur siang’.

Aku tahu dia tidak begitu suka mengkonsumsi kopi.

Aku tahu dia lebih suka mandi sore sebelum pergi ke kampus untuk kuliah selanjutnya, daripada kuliah dulu baru mandi.

Aku tahu dia gemar berorganisasi, dia menjadi pengurus HIMA divisi PSDM dan Bem divisi Humas *Kalau tidak salah.

Aku tahu dia menyukai perannya di marching band, tapi memilih berhenti karena suatu alasan tertentu, kadang aku merasa, dia masih sedikit menyesali keputusan itu. Dan dia kembali sebagai staf.

Aku tahu dia tidak suka diganggu kalau sedang belajar.

Aku tahu dia tidak suka membaca, tapi aku tidak mengerti kenapa dia bisa mendapatkan IP setinggi itu.

Aku tahu dia lebih suka mendengarkan daripada mencatat, dan ketika dia harus menyalin catatan teman, dia akan mengeluhkan berapa banyak catatan yang dia lewatkan. Aku pikir harusnya dia mengeluhkan betapa sulitnya dia membaca catatannya sendiri. :p

Aku tahu dia mulai rutin puasa senin kamis, membuatku juga melakukannya secara rutin, walaupun ada tes atau praktikum hari itu.

Aku tahu dia suka mengirim sms berisi kata ‘Semangat!’

Aku tahu dia pulang ke surabaya dengan kereta, dan balik ke malang naik travel. Dia tidak suka pergi sendiri, tapi melakukannya jika keadaan memang mengharuskan demikian.

Aku tahu dia penggemar berat Agnes Monica.

Aku tahu dia menjagokan Rosa Idol, walaupun menurutku Sean, Regina, dan Dion lebih bagus.

Aku tahu dia tidak suka Rio Idol, begitu pula aku.

Aku tahu dia merasa canggung berbicara denganku, kami seringkali mengalami masa ‘krik krik’ ketika sedang menelpon.

Aku tahu dia adalah pendengar yang baik, teman bicara yang menyenangkan dan memiliki pandangan sendiri tentang segala sesuatu. Tapi dia bisa mengalah, kalau aku memaksa. *kadang aku suka itu😀

Aku tahu perempuan yang paling ia cintai adalah Mama nya.

Aku tahu dia punya keponakan yang lucu bernama Farish.

Aku tahu dia anak yang manja, tapi tidak pernah menunjukkan sisi itu padaku, bagiku dia laki-laki mandiri yang bertanggung jawab atas hidupnya.

Aku tahu dia mencintaiku, walaupun aku tidak tahu seberapa besar itu.

Aku tahu dia harus tidur jam 10 malam.

Aku tahu dia suka tidur dalam gelap.

Aku tahu dia adalah orang pertama yang kuajak bicara tentang sesuatu yang selama ini tidak pernah kubicarakan dengan siapapun.

Aku tahu dia adalah orang yang kuharapkan ada di kehidupanku di waktu-waktu mendatang, sekarang dan selamanya.

Sudah dua bulan, dan aku baru mengetahui sedikit bagian dari dirinya, aku ingin tahu lebih banyak lagi, apa yang ia sukai, apa yang tidak dia sukai, apa yang ia pikirkan, apa yang ia rasakan.

Mungkin masih sulit baginya untuk berbagi, atau aku yang tidak peka, atau keadaan tidak mengizinkan kami.

Banyak kebiasannya yang berbanding terbalik dengan diriku, dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Namun, bukankah kita tidak perlu alasan untuk mencintai.

Ada sejuta hal yang kurasakan mengenai dia, yang sulit untuk ku tuliskan atau bahkan untuk kupahami.

Jika boleh, puisi dari David L. Weatherford ini yang paling dekat menggambarkannya.

 

Kekasihku, kau adalah…

 

Langitku yang cerah,

Yang membuatku mabuk kepayang,

Ranjangku yang hangat,

Pelabuhanku di kala badai,

Hadiah termanis untukku,

Pembangkit semangatku,

Sahabatku yang terbaik

Sampai ajal menjelang,

Inspirasiku,

Tujuan hidupku,

Cahaya penerangku,

Siang dan malamku,

Penyembuh luka hatiku,

Pendingin amarahku,

Penyembuh sakitku,

Demam musim semiku,

Jawaban atas doaku,

Hati dan jiwaku,

Yang menyempurnakan hidupku,

Sumber kegembiraanku,

Penumbuh semangatku ketika aku jatuh,

Kesempatanku yang terbaik,

Dansa terakhir untukku,

Suksesku yang paling besar,

Penambah tenagaku,

Pembangkit seleraku,

Matahari pagiku,

Hiburanku dikala senja,

Pasangan dansaku,

Pemelihara kebun hatiku,

Sumber tawa riaku,

Semua yang selalu untukku,

Anugrah surgawi untukku,

Untuk siapa aku diciptakan,

Bara apiku yang terus menyala,

Gairahku yang paling hebat,

Belahan jiwaku,

Nasib baikku,

Kekasih impianku,

‘yang terpenting di atas segalanya’ bagiku,

Akal sehatku,

Alasanku mengapa

Sampai aku mati.

 

Kalau-kalau kau tidak tahu.

 

Terdengar alay, tapi begitulah adanya.

Aku ingin percaya, bahwa masih ada bulan-bulan mendatang, seribu ‘dua bulanan’ lagi yang bisa kita rayakan, walaupun hanya dengan sebait sms di pagi subuh yang dingin dan mendung.

Happy 2 Month My ‘FGF’.

 

credit foto: Om Iyan (di suatu tempat di Gurun Mesir)

One thought on “10 Mei 2012, Mungkin Inilah Kenapa Harus Cinta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s