The Great Escape Chapt 1

Standard

FF ini pernah saya kirim ke smtownfanfiction.wordpress.com dengan menggunakan nama penulis saya yang dulu yaitu ‘ameonyq’ dan di posting pada tanggal 10 Juni 2011.

the-hreat-escape-2
Judul: The Great Escape Part 1
Author: Ameony
Main Cast:   Seo Joo Hyun
                        Cho Kyuhyun
                        Jung Yonghwa
                        Park Yoochun
Other Cast: Im Yoona
                        Lee Donghae
                        Eunhyuk
                        Leeteuk
                        Yesung
                        Ryewook
Genre:             Romance, Friendship, and Family
Ide cerita ini original diilhamkan Tuhan pada author, jadi jangan copy paste, menyalin, mengambil, atau menjiplaknya tanpa seijin author dan  admin ya…
Wooahhh,,, kupikir nggak akan bisa memulai, ternyata bisa juga. Ni FF seokyu pertamaku, jadi author minta maaf kalau mengecewakan. Sebagian ceritanya adalah pengalaman hidup author loh.. kekek… dramatis banget yah. >_< part satu ini konfliknya baru antar seokyu aja,  abang Yoochun sama mas Yonghwa nya belum muncul. please enjoy ya… jangan lupa comment nya juga. :)
 
silent reader dilarang baca! #lagitinggidarah#
~First Rain ~
Angin dingin berhembus lembut di ujung-ujung indra perasaku, bodohnya kau Seo JooHyun, sudah tahu harinya mendung dan berkabut seperti ini, pastilah hujan akan turun, kenapa kau bahkan tidak membawa payung, atau sekedar mengambil jaket dari lemarimu, sebelum pergi?
Seohyun mengutuk dirinya sendiri sambil mendekap erat dadanya. Dia sudah separo jalan menuju rumah, dari sekolah setelah mengikuti les tambahan. Tapi dia terhenti di bawah sebuah pohon besar yang dengan baik mau melindunginya, walaupun juga kadang menggodanya dengan meneteskan butir-butir air dari daun-daunnya yang lebar.
Sebuah sepeda motor berhenti di depannya, Seorang pria turun dan menyerahkan sebuah payung berwarna biru.
“Pakai ini,” ucapnya seraya menyodorkan payung itu pada Seohyun.
Seohyun menatap pria itu, Seohyun menarik napasnya dalam, dia lagi. Cho Kyuhyun. Pria yang tidak lelah mengejarnya selama 2 tahun ini.
Seohyun menggeleng, dia tidak ingin menjelaskan pada orangtuanya dari mana payung itu berasal.
Kyuhyun menatap Seohyun nanar, sungguh, dia sangat mencintai gadis itu, baginya Seo JooHyun adalah pusat dalam kehidupannya, tidak pernah sedetik pun dia melupakan keberadaan gadis itu, tapi Seohyun selalu menghindarinya, seperti itu adalah hal paling penting dan krusial yang harus dilakukannya dalam hidupnya, menghindari Kyuhyun yang menawarkan cinta tanpa syarat padanya.
“Seohyun~ssi, jangan membuatku menarikmu keboncenganku, kau tahu itu malah mempersulit keadaan.” Ucap Kyuhyun akhirnya.
“Kau tidak akan melakukannya Kyu.” Ucap Seo singkat. Dia ingin berlari dari tempat ini, dia ingin menjauh dari Kyuhyun. Apa yang akan orang-orang katakan jika melihat mereka berdua di sini, di bawah pohon, diselimuti hujan lebat?
“Iya, aku akan melakukannya. Kau pucat Seo, kau kedinginan…” Kyuhyun masih melembut, dia tidak ingin menyakiti gadis itu, tapi dia tidak mau keegoisan Seohyun membuatnya pingsan karena dingin yang menggigit ini.
“Aku baik-baik saja.” Seohyun masih saja mempertahankan diri. Sungguh, akan sulit baginya menghadapi kedua orangtuanya, menjelaskan pada mereka dari mana payung itu berasal. Dia benar-benar ada di ujung tanduk, dia tidak bisa berbohong pada orang tuanya. Tidak pernah. Dia tidak pernah sanggup membohongi mereka yang sudah membesarkannya hingga 16 tahun, tapi jika dia mengatakan bahwa Cho Kyuhyun yang memberikan payung itu padanya, Seohyun tahu, Umma dan Appa akan mendiamkannya selama seminggu penuh, dan memperlakukannya seperti Seohyun telah melakukan tindakan kriminal berat seperti membunuh bayi tidak bersalah.
Apa salahku Seo? Kenapa kau menghindariku seperti ini? Kenapa kau menatapku seakan aku adalah orang paling jahat sedunia?’
Kyuhyun ingin meneriakkan hal itu. Tapi yang dilakukannya hanya menjejalkan gagang payung itu pada Seohyun dan meninggalkan Seohyun yang masih menatap hujan yang merajalela di sekelilingnya.
‘Tuhan, aku mencintainya, sungguh mencintainya, kenapa kau membuatnya menjadi sulit?’ saat Kyu mempertanyakan hal itu pada Seohyun, Seohyun menanyakan hal yang sama pada Tuhan. Seohyun tahu Tuhan tidak akan turun ke hadapannya dan menjawab pertanyaan itu, jadi dia menerobos hujan, tanpa sedikit pun membuka payung yang hanya digenggamnya.
#Second Rain#
“Hai Seo Joo Hyun!” Yoona mengalungkan lengan di leher sahabatnya yang melangkahkan kaki masuk gerbang sekolah.
“nee~ yoong…. kenapa kau? Terlihat bahagia sekali.” Seohyun menatap Yoona tajam, meneliti, membaca apa yang tersirat dari wajah semulus bayi itu.
Yoona tersenyum, mengembangkan senyum lebar secerah matahari keemasan di sudut kanan langit, di atas mereka.
“Hayooo… kau harus menceritakannya padaku!” Seohyun menitahkan hal itu pada Yoona, menunjukkan telunjuknya di depan hidung tirus Yoona.
“hmm… belum saatnya Seo, belum saatnya kau tahu. Kau masih terlalu kecil untuk memahaminya.” Yoona menjawil pelan ujung hidung Seohyun dan berlari riang menuju kelas.
“Mwo???!!!” Seohyun terpaku di tempatnya, mengamati kepergian Yoona, mencerna dalam-dalam di kepalanya, bahwa sahabatnya menganggapnya terlalu kecil untuk memahami sesuatu yang disembunyikan Yoona. Separah apa hal itu sampai membutanya sulit memahami?Ahhh… Yoong, kau selalu penuh rahasia.
#Third Rain#
Seohyun membolak balik kertas di hadapannya, berkonsentrasi pada tugas biologi yang diberikan khusus oleh Kim Songsaengnim padanya. Sebentar lagi dia harus mengikuti olimpiade biologi, walaupun dia merasa sudah menguasai hampir seluruh materi, tetap saja Kim Saem selalu menjejalinya dengan tugas-tugas yang katanya untuk meng-upgrade kemampuannya.
“Seo, aku bosen…” Yoona datang dan menarik kursi di depan Seohyun.
“Ya udah joged-joged ajah sana muterin lapangan basket, kan nggak bosen lagi.” Jawab Seohyun asal.
“Kayaknya olimpiade biologi ini udah ngeracunin otak kamu deh Seo.” Vonis Yoona, matanya menjadi sipit, seakan mengoyak-ngoyak topeng yang di pakai Seohyun.
“Nggak. Olimpiade ini hal terbaik yang pernah kudapatkan.” Jelas Seohyun.
“Karena kamu tergila-gila sama belajar?” tanya Yoona.
Seohyun menggeleng,”Sebagian kecil, tapi bagian terbesarnya adalah aku bisa membahagiakan orang tuaku. Membuat mereka bangga padaku.” Ucap Seohyun tenang, sebuah senyum tersungging manis di wajahnya.
“Aku bangga padamu Seo. Aku bangga punya sahabat yang cerdas seperti kamu. Tapi aku lebih bangga kalau sahabatku melepaskan dirinya untuk benar-benar hidup. Jujur pada dirinya sendiri.”
Seohyun meletakkan pulpennya, melepaskan kacamatanya dan menatap Yoona penuh tanya.
“Jangan menghindar lagi Seohyun. Aku tahu kamu mencintai Kyuhyun.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Yoona, bagi Seohyun itu bagaikan petir dan badai tornado di pagi yang indah, tabu, menghancurkan, dan berbahaya.
“Jangan pernah mengucapkan itu Im Yoona.” Seohyun menekankan setiap katanya.
“Kenapa?” tanya Yoona,”Kamu takut aku mengatakan kebenaran?”
Seohyun tidak mampu menjawabnya, dia hanya menatap Yoona, mencari tanda-tanda bahwa Yoona hanya mengerjainya. Tapi persahabatan seumur hidup membuat Seohyun tahu kali ini Yoona serius.
“Kamu takut pada orangtuamu Seo? Karena mereka tidak suka pada orang tua Kyuhyun? Karena mereka menganggap orang tua Kyuhyun terlalu kaya?” kata-kata itu menusuk hati Seohyun bagai samurai yang ditebaskan oleh ninja nomor wahid.
“Seohyun, Kekayaan tidak akan membunuhmu.” Yoona menatap Seohyun tajam, mencoba menyadarkannya,”Menjadi kaya juga bukan sebuah dosa. Orang tua Kyuhyun itu pengusaha Seo, bukan mafia, bukan koruptor. Kau tak bisa mengkhianati perasaannya, perasaanmu, karena alasan bodoh itu.”
“Cukup Yoon, aku nggak tahan, mungkin ini sudah takdir kami. Kami nggak akan bisa bersama.”
Yoona menghela nafas dengan berat, dia mencintai sahabatnya yang cerdas ini, tapi entah kenapa Seo Joo Hyun, juara umum dan siswa teladan di sekolahnya ini begitu bodoh dalam urusan cinta.
#Fourth Rain#
“Gimana Yoon?” Donghae menatap Yoona, berharap wanita itu memberinya kabar baik, tapi yang didapatnya hanya sebuah gelengan.
“Aku hampir putus asa Hae, Seohyun begitu keras.”
Donghae meluruskan kakinya, menyandarkan tubuhnya pada pohon. Mereka berada di bukit kecil di  belakang sekolah, dengan pemandangan pegunungan yang membentang luas di depan mereka.
“Apa kau yakin Seohyun mencintai Kyuhyun?” Donghae memiringkan wajahnya menatap Yoona.
Yoona mendengus kesal,”Kau meragukan kekuatan persahabatan kami hah?” tanya Yoona.
Donghae menggeleng pelan,”Tapi kenapa sulit sekali bagi Seohyun untuk mengakuinya?” tanya Donghae.
“Dia takut Hae, dia takut pada orang tuanya. Kau tahu sendirikan bagaimana kakunya orang tua Seohyun.” Untuk seribu kalinya Yoona menjelaskan hal ini pada Donghae.
“Kau tahu Yoong~, impianku adalah melihat mereka berdua bahagia hidup bersama, saling mencintai, tanpa ada perasaan malu atau canggung, tanpa ada acara melarikan diri dan penderitaan seperti ini.” Donghae menerawang mengkhayalkan hari itu, ketika Tuhan menurunkan keajaiban bagi Seohyun dan Kyuhyun.
“Aku juga Hae. Aku tahu, Kyuhyunlah orangnya. Orang yang bisa membuat Seo bahagia, tapi kenapa sulit sekali?” Yoona mengikis tanah di sela rumput-rumput kecil yang menghampar di bawahnya.
Donghae menatap Yoona, dia ingin menjawab pertanyaan itu, tapi dia juga tidak tahu apa yang harus dikatakannya.
#Fifth Rain#
Donghae sedang sibuk mengerjakan laporan bulanan perusahaan kayu milik orang tuanya, walaupun masih sma, ayahnya sudah mempercayakan sebagian kecil perusahaan itu di bawah kewenangan Donghae. Donghae menikmati saja tanggung jawabnya, karena dia memang ingin berbakti pada orang tuanya, walaupun dia memendam perasaannya yang menggebu untuk menjadi atlet sepak bola.
Shining star, like a little diamond makes me love…
Handphonenya berbunyi, Donghae menyingkir dari tumpukan kertas yang bertebaran di hadapannya dan mengangkat telepon itu.
“Yobose…” Belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya, orang di seberang telepon itu sudah merepet.
“Donghae, kau harus segera ke sini. Kyuhyun sudah gila, dia ingin bunuh diri.”
Donghae terhenyak, Kyuhyun… apa yang kau pikirkan?
“Dia di mana Hyuk?” tanya Donghae.
“Di track, kami sedang balapan, tiba-tiba dia keluar jalur dan mengambil arah ke devil area, kau tahu track itu track setan, wilayah itu sangat curam dan terjal Hae, kami tidak bisa menyusul, kau harus menyelamatkannya.”
Donghae menutup teleponnya, menerobos ke kamar dan mengambil jaket dan helm nya, berlari ke garasi mengeluarkan motor off road nya, dan mengendarainya dengan kecepatan penuh. Dia tidak bisa kehilangan sahabatnya karena alasan ini. Dia harus menemukannya.
#Sixth Rain#
Donghae mendapati teman-teman gank nya di tikungan di depan jalan masuk wilayah berbahaya itu, Enhyuk, Ryeewook, Yesung, dan Leeteuk berdiri menunggunya, wajah mereka pucat karena cemas. Donghae meminta mereka tetap menunggu di situ sementara dia menyusul Kyuhyun kedalam.
 
Tuhan beri aku waktu. Biarkan aku menyelamatkan sahabatku. Bantu aku.
Donghae mengendarai motornya dengan hati-hati, trek ini di sebut devil trek bukan tanpa alasan, jalannya dipenuhi batu-batu tajam, tebingnya hampir mencapai 60 derajat, dia harus naik dan turun dari motornya, walaupun bisa dengan jalan kaki, tapi itu sangat lambat, Donghae ingat trek ini menjadi terlarang setelah lima tahun lalu ada pembalap yang meninggal di sini, di ujung rute ini, akan ada tebing tinggi, tebing itu tidak akan membawamu kemana-mana, selain perjalanan terbang selama beberapa detik dan tubuhmu akan jatuh dalam ketinggian 250 meter sebelum menghantam batu-batu tajam di ujung bawah sana. Tidak ada yang bisa diselamatkan, bahkan mayat pun tidak bisa di ambil, karena kau sudah jadi serpihan-serpihan kecil, hasil cincangan batu-batu alam. Bagaimana kalau Kyu sudah melompat? Bagaimana kalau dia benar-benar sudah melompat. Donghae memacu motornya gila-gilaan, dia tidak menyadari jaket, baju, dan celananya robek karena tergores batu-batu besar tajam, membuatnya berdarah di sana-sini. Donghae hanya ingin Kyuhyun selamat, hanya ingin membawa KhyuHyun pulang.
Tebing tinggi itu sudah terlihat, Donghae memacu motornya sambil berusaha keras mempertahankan keseimbangannya, dan dia tiba di tempat itu, tepat ketika Kyuhyun merentangkan tangannya, memejamkan matanya.
Donghae berlari kearah Kyuhyun,”Cho Kyuhyuuuuuun!!!!!!!!!!”
Kyuhyun tidak mendengarkannya, dia mengangkat tumitnya, tepat ketika dia akan melompat, Donghae menariknya, membuat mereka terguling ke arah dalam, untungnya tidak ke arah bibir tebing, Donghae menampar dan memukuli Kyuhyun, air mata merebak di matanya yang cokelat.
“Cho Kyuhyun pabo! Kau pikir kau bisa meninggalkan dunia ini begitu saja? Kau pikir dengan bunuh diri, masalah jadi selesai, kau pikir Tuhan menyuruhmu hidup untuk membuatmu menghabisi dirimu sindiri! Kau pabo Kyuhyun! Pabo!” dan sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun untuk ke sembilan kalinya. Wajah Kyuhyun babak belur, tapi tubuhnya tidak lebih baik, tubuhnya berdarah-darah karena tersayat batu-batu tajam di sana.
Kyuhyun menatap Donghae dan tersenyum, darah mengalir dari sudut bibirnya dan hidungnya,”Mianhae Hyung.”
#Seventh Rain#
“Kau benar-benar berpikir aku ingin bunuh diri?” tanya Kyuhyun.
“Aku tahu kau akan melompat, jangan mengelak.” Ucap Donghae, dia terlalu lelah hari ini. Mereka duduk di bibir tebing, kaki mereka terjulur, tergantung di ketinggian 250 meter dengan batu setajam pisau cincang yang siap membuat mereka menjadi daging cincang. Mereka melepaskan baju mereka, membuatnya menjadi penahan darah yang mengalir dari berbagai bagian tubuh mereka.
Kyu menekan kaus putihnya yang sudah memerah karena darah ke pundaknya yang robek, menahan darah yang mengucur dari sana. “Aku tidak akan meninggalkan dunia ini selama Seohyun masih ada di dalamnya.”
Donghae tersenyum tipis.
“Tidakkah kau lelah Kyu?” Donghae bertanya,”Kau sudah mengejarnya selama dua tahun penuh, tak sedikit pun dia mau melihatmu, apa kau tidak lelah?”
Kyu menggeleng, “Dia adalah semangatku, aku tidak akan pernah lelah untuk mendapatkannya.”
“Hidup terus berlanjut Kyu, masih banyak wanita cantik di luar sana.”
“Memang banyak Hae, tapi tidak ada yang secantik Seo Joo Hyun, hatinya, wajahnya, sikapnya, dia yang terbaik yang Tuhan ciptakan untukku.”
Donghae menarik napas lagi,”Pernahkah kau berpikir kalau Seohyun tidak diciptakan untukmu?”
Kyuhyun tersentak, dia menatap Donghae,”Apa maksudmu?”
“Pernahkah kau berpikir kalau Tuhan menciptakan Seo Joo Hyun bukan untukmu, Cho Kyuhyun?” Kyuhyun mengerutkan keningnya, dia tidak memahami apa yang dikatakan Donghae, dia tidak pernah berpikir hal itu.
Donghae menghela napas, baiklah, jika dia harus berbohong untuk membuat sahabatnya tetap hidup, untuk mempertahankan kewarasan sahabatnya, dia akan berbohong, Donghae tahu, orang tuanya mengajarkan bahwa berbohong adalah dosa terbesar, tapi kali ini dia akan melakukannya, bukankah mereka pernah bilang bahwa White Lie itu boleh? Donghae menarik napas meyakinkan diri, walaupun 90% bagian hatinya, kewarasannya menentang itu semua.
“Pernahkah kau berpikir bahwa kau tidak cukup baik untuk Seohyun? Aku tahu cintamu padanya tidak dapat dijabarkan oleh apapun, tapi bukankah kita diciptakan berpasangan untuk saling menyempurnakan, bagaimana jika Seohyun memang menyempurnakanmu, tapi kau, bagaimana jika ternyata nanti, kau tidak bisa menyempurnakannya, Kyu? Bagaimana jika Tuhan telah menyiapkan lelaki yang lebih baik? Yang menyempurnakannya secara sempurna. Takdirnya. Bagaimana jika takdirnya bukan dirimu, tapi orang lain yang…” Donghae meneguk ludahnya, ini kebohongan terbesarnya,”yang lebih baik darimu. Tidakkah kau ingin Seohyun bahagia bersama orang itu?”
Kesadaran itu menghantam Kyuhyun dengan keras, dia tidak tahu kalau Donghae lebih matang darinya, kalau anak brutal dan nakal itu lebih memahami kehidupan, memahami jalan yang Tuhan pilih daripada dia yang lebih lurus dan cerdas, dan anak baik-baik. Dia tidak pernah berpikir seperti itu. Dia selalu berpikir bahwa Seohyun untuknya, dia tidak pernah berpikir, bagaimana kalau dia bukan untuk Seohyun, bagaimana kalau ada orang lain yang lebih baik untuk Seohyun?
Kalau memang benar apa yang dikatakan Donghae, dia tidak akan mengingkarinya, walaupun melepaskan Seohyun adalah hal paling mustahil yang bisa dilakukannya, tapi dia akan melakukannya, jika itu membuat Seohyun bahagia. Jika itu membuat Seohyun bisa menyempurnakan dirinya. Bukankah itu yang diinginkannya? Dia ingin Seohyun bahagia. Selama ini dia merasa dia cukup baik dan terbaik untuk Seohyun. Tapi ternyata salah, ada yang lebih baik, pasti ada, itulah kenapa Tuhan membuat perjuangannya menjadi sulit. Tuhan tidak ingin Seohyun tidak bahagia bersamanya. Tuhan ingin Seohyun bahagia bersama orang lain.
#Eight Rain#
Yoona menerobos kamar Seohyun dengan emosi di kepalanya, dia sudah tidak tahan lagi.
“Seo Joo Hyun!!!” Yoona membanting pintu dibelakangnya, menguncinya, dan menatap seohyun yang tdiudran di ranjangnya dengan buku-buku bertebaran di sekelilingnya.
“Yoona?” Seohyun menatap Yoona penuh tanda tanya.
“Kau hampir membunuhnya Seo! Dan kau hampir membunuh kekasihku juga!”
Seohyun masih tidak mengerti apa yang dikatakan Yoona, membunuh? Kekasih? Siapa?
“Apa yang kau katakan Yoong~, aku tidak mengerti.”
“Kyuhyun hampir bunuh diri karena kau tidak pernah mengacuhkannya.”
Seohyun lemas, air mata menggenang di pelupuk matanya. Tapi dia segera menghapusnya.
Kau harus kuat Seo! Harus!
“Kenapa kau diam saja Seo?” gertak yoona,”Dia orang yang kau cintai, hampir bunuh diri karena dirimu! Kenapa kau tidak melakukan sesuatu? Apa kau benar-benar ingin dia mati?”
Seohyun tetap menunduk, tidak menatap Yoona, dia ingin berteriak pada Yoona bahwa dia sangat mencintai Kyuhyun, mencintai Kyuhyun dengan hidupnya, dia sulit bernapas saat dia jauh dari kyuhyun, hidupnya terasa berantakan kalau Kyuhyun tidak hadir sehari saja. Tapi, dia menahan perasaannya, untuk sejuta kalinya. Untuk kedua orang tuanya. Biarlah dia menderita, melukai perasaannya, menghancurkan hidupnya sendiri, asalkan tidak melukai hati kedua orangtuanya.
“Yoon, bisakah aku minta tolong.” Kali ini Seo menatap Yoona. Yoona mendapati Seohyun, mata itu, Yoona tahu itu adalah mata Seo yang sangat terluka, Yoona tahu, Seo sudah hancur. Yoona ingin memeluknya, tapi dia tidak sanggup. Jadi dia hanya mengangguk.
“Dear Cho Kyuhyun,
Aku menyayangimu, kau tahu itu,
To be continued
Hayooo…. kekasih Yoona itu siapa? Pasti dah bisa nebak kan?! : )
Tapi ada yang bisa nebak isi surat Seo buat Kyu nggak tuh? >_<  Kira-kira isinya apa ya? Trus enaknya mereka dijadiin gimana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s