The Great Escape Chapt 2

Standard

FF ini pernah saya kirim ke smtownfanfiction.wordpress.com dengan menggunakan nama penulis saya yang dulu yaitu ‘ameonyq’ dan di posting pada tanggal 20 Juni 2011

the-great-escape-2

Author: Ameony

Main cast:         Seo Joo Hyun   Cho Kyuhyun   Jung yonghwa                   Park yoochun

Other Cast:       Im Yoona  Lee Donghae Kim Jaejong Jessica Sulli Eunhyuk

Genre:              Romance, Friendship, And Family

Ide cerita ini original diilhamkan Tuhan pada author, jadi jangan copy paste, menyalin, mengambil atau menjiplaknya tanpa seijin author dan  admin ya…

Ciiiiiiiattt!!!! Ameony comeback! Jeongmal gumawoyo admin, udah mau repot2 publish ff gaje aq ini. Jgumawo juga reader~aa, udah baca dan comment part1 kemaren. Woooaa… reader di sini baik2 ya *hughug* #yanggakcommentgdipeluk:p#. Author minta maaf karena Mas Yoochun dan Bang Yonghwa belum juga muncul di part ini. Jeongmal mianhae kalo mengharu biru hati reader di part ini *ceburinauthorkelaut*. But, please enjoy ya… Jangan lupa comment nya juga. :) Seokyu jjang!!!

Silent reader dilarang baca! #masihtinggidarah#

“dear Cho Kyuhyun,

Aku menyayangimu. Kau tahu itu.

Tapi apa kau tahu bahwa aku mencintaimu?

Apa kau tahu berapa besar luka yang kurasakan karena dua kata itu?

‘jatuh cinta’ adalah perbuatan kriminal dalam keluargaku. Tapi itu belum cukup.

‘kaya’ adalah sebuah dosa besar.

Orang tuaku bekerja sebagai dokter yang melayani orang miskin. Orang miskin yang dijadikan melarat oleh perusahaan ayahmu. Penggunaan zat kimia berbahaya oleh perusahaan ayahmu membuat mereka sekarat. Banyak dari mereka yang menderita kanker karena lingkungan tempat mereka tinggal sudah tercemar. Tapi aku tahu Kyu, kebijakan di perusahaan itu tidak hanya berada di tangan ayahmu, banyak yang harus bertanggung jawab. Tapi orang tuaku tidak mau mengerti.

Mereka membenciku karena mencintaimu,

Mereka membencimu karena mencintaiku,

Mereka membencimu karena kau terlalu ‘kaya’,

Mereka membenci kita berdua karena kita saling mencintai.

Apa kau tahu itu semua Kyu?

Ya. Itu bukan jawaban atas pertanyaan yang kau lontarkan padaku melalui matamu, melalui Yoona, melalui Donghae. ‘Maafkan aku melibatkan mereka berdua dalam masalah kita’.

Tapi itu alasan kenapa aku menghindarimu selama ini.

Baiklah Kyu. Aku lelah. Aku lelah mengkhianati hatiku. Aku lelah berperang dengan kakiku untuk selalu berlari menghindarimu. Aku lelah memaksa mataku untuk tidak memandangmu.

Kyu. Kau oksigenku. Kau membuat Seo Joo Hyun yang pabo ini merasa menjadi gadis paling sempurna. Kau menghidupkanku. Mempertahankan keberadaanku.

Aku tidak ingin membodohi diriku lagi. Kyu. Bawa aku pergi dari sini. Dari kota yang menghakimi perasaan suci ini. Temui aku di ujung Nampyong road pukul 02.00 siang. Kita bisa melewati trek yang sunyi untuk sampai ke stasiun kota tetangga. Aku akan membawa semua yang bisa kubawa. Aku akan pergi ke mana pun kau membawaku. Aku membawa serta hatiku juga.

Love

Seohyun

Seohyun melipat surat itu dan menyerahkannya pada Yoona, “Please, titipkan surat ini pada Donghae, minta dia menyerahkannya pada Kyuhyun. Jangan biarakan siapapun membacanya selain Kyuhyun. Aku bisa mempercayaimu kan Yoong?”

Yoona tidak bereaksi. Dia membaca wajah Seohyun. Mencari jawaban atas pertanyaan yang melayang-layang dalam kepalanya. Tapi wajah Seohyun sudah terlatih untuk tidak menampilkan ekspresi apapun. Dingin. Polos. Kebekuannya setara dengan akting aktris peraih piala Oscar. Jadi Yoona pun bertanya.

“Kau tidak menulis sesuatu yang bisa membuatnya terjun dari tebing setinggi 250 meter kan?” Tanya Yoona khawatir.

Seohyun tidak mengubah ekspresi dinginnya,”Kenapa? Kau takut Kyuhyun membawa serta kekasihmu?”

Yoona meradang, dia frustrasi melihat santainya Seohyun menghadapi masalah ini.

“Siapa kekasihmu Yoong?” Tanya Seohyun,”Apa yang kau sembunyikan dari sahabatmu ini?” Tanya Seohyun.

Yoona membuka mulutnya untuk membantah, Seohyunlah yang menyembunyikan banyak hal darinya.

“Donghae kan?” Tembak Seohyun,”Kau bersama Donghae kan sekarang?” Tanya Seohyun lagi.

Yoona mengangguk.

“Jadi kau takut Kyuhyun membawa Donghae terjun bebas menuju kematian?”

What? Apa ini benar-benar sahabatnya? Yang berdiri di depannya ini? Yang membicarakan kematian seperti memesan makanan di restoran cepat saji. Santai. Dingin. Tanpa ekspresi.

Yoona menghela nafas,”Aku mencintai Donghae, seperti kau mencintai Kyuhyun. Tapi kami memilih cara yang aman. Kami tidak membuatnya sulit.” Ucap Yoona.

Seohyun duduk di ujung ranjangnya, menyelipkan sejumput rambut panjangnya ke belakang telinga dengan telunjuknya, pandangannya jatuh ke lantai yang dilapisi ubin putih yang kini memantulkan bayangan Seohyun sendiri.

Yoona kembali merasakan emosinya menguap. Melihat Seohyun yang tiba-tiba rapuh seperti ini. Yoona tak mengerti bagaimana Kyuhyun bisa bertahan selama 2 tahun ini mengejar gadis seperti Seohyun, sedangkan dia yang menunggu Donghae menyatakan perasaannya setelah pedekate singkat 2 bulan saja sudah gelabakan dan hampir menyerah.

Kyu? Seberapa besar cintamu itu sebenarnya?

Seohyun terbangun dari lamunannya dan menatap Yoona,”Tenang saja Yoong. Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kekasihmu akan tetap hidup. Bagaimanapun harus ada yang menjagamu.”

Yoona tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini. Dia baru saja membuka mulut untuk bertanya saat hp pink mungil di saku celana jinsnya bergetar.

^Hae hubby^

“Kau dimana Yoong?” Tanya Hae sedetik setelah Yoong menempelkan hp itu di telinganya.

“Di rumah Seo. Wae?”

“Ani. Hanya mengingatkan. Besok kan ulangan fisika. Kau sudah belajar belum?” Tanya Donghae.

Walaupun nakal dan kepala gank di SMA Hagun, Donghae selalu masuk 3 besar di kelas, berada di urutan ke tiga setelah Seohyun dan Kyuhyun.

Yoona menepuk keningnya.

“Aku lupa!”

“sudah kuduga!” Bisik Donghae lebih pada dirinya sendiri.

“Baiklah, aku jemput kau sekarang. Kau tidak akan bisa dapat nilai cukup kalau aku tidak membantumu belajar malam ini.”

“Nde…” Bisik Yoona pasrah.

Yoona menutup teleponnya dan menatap Seohyun lemas. Belajar fisika sepanjang malam? Bukankah kengeriannya satu tingkat di atas mimpi dikejar-kejar mbak2 ngesot?

Paling tidak dia tidak harus belajar sendiri. Ada Donghae yang menemani. Walaupun dia harus mengorbankan Jisoom ahjumma, salah satu pelayannya yang setia untuk berjaga semalaman demi mengawasi mereka. Kali aja tiba-tiba Donghae kesurupan hantu om-om genit. Kan lebih baik waspada. Waspadalah! Waspadalah!

“Kenapa kau Yoong? Bengong gitu?”Tanya Seo.

Yoona roboh menelungkup di atas kasur Seo,”Kenapa harus ada fisika di dunia ini Seo?” Tanya Yoona.

Seohyun menggeleng melihat sahabatnya yang frustrasi. Yoona itu cantik, tinggi semampai dengan ukuran tubuh proporsional yang paling diidamkan setiap wanita di dunia, Yoona juga cukup kaya dan baik hati, hampir sempurna. Sayangnya dia benci fisika. Dan bagi Seohyun yang gila ilmu, seseorang yang tidak bisa mengingat ketiga hukum Newton jauh dari kategori sempurna.

#Ninth Rain

Yoona dan Donghae duduk di ruang keluarga rumah Yoona, buku berhamburan di sekitar mereka. Jisoom ahjumma terlihat duduk di dapur yang hanya dibatasi dinding kaca besar, sibuk merajut syal untuk musim dingin yang segera tiba, namun matanya yang setajam elang sesekali melirik tajam ke arah dua sejoli yang bertempur dengan buku-buku di hadapan mereka.

Yoona kelelahan. Baginya menghapal 2 rumus fisika itu lebih melelahkan daripada lari sejauh 2 kilometer. Untung Donghae sabar menghadapi yeojachingunya. Paling tidak setelah berkutat selama 3 jam, Yoona berhasil mengerjakan 6 dari 10 soal. Cukup baik untuk Seorang Yoona yang alergi fisika.

Yoona bersandar di bahu Donghae sambil menyeruput cappucino hangatnya.

“Hae, Seo menyuruhku menitipkan surat ini padamu. Tolong berikan pada Kyu.” Yoona menyerahkan surat dengan amplop putih itu.

“Mwo?! Jinja?!” Tanya Donghae tak percaya.

“Ne… Dia menulisnya saat aku dirumahnya tadi.”

“Kau tahu isinya?” Tanya Donghae.

Yoona menggeleng,”Dia melarangku melihatnya. Dia melarang siapa pun melihatnya.”

Donghae menarik napas dalam. Ah, dia terlalu lelah dengan semua kompleksitas ini. Walau bagaimana pun ini adalah tentang hidup mati sahabatnya.

“Aku tidak ingin Seohyun menyakiti Kyuhyun lagi, Yoong.” bisik Donghae pelan.

“Aku tidak ingin mereka berdua tersakiti oppa.” Jawab Yoona sama pelannya.

“Bagaimana kalau surat itu membuat Kyuhyun melakukan hal-hal yang tidak rasional lagi?”

Yoona menggeleng,”Seohyun bilang, dia akan menyelesaikan masalah ini.”

“Dengan cara apa? Cara siapa?” Tanya Donghae.

Yoona tidak sanggup menjawabnya.

“Oppa, sadarkah kau kalau mereka terlalu kecil untuk menghadapi masalah sebesar ini?” Tanya Yoona.

Donghae mengangguk,”Kupikir Seohyun cukup dewasa untuk meredam sikap kekanakan Kyuhyun. Ternyata aku salah. Mereka berdua masih tersesat di belantara hati mereka sendiri.”

Yoona mencoba memahami apa yang dikatakan Donghae. Tapi dia mengantuk. Dan tertidur di bahu Donghae. Donghae mengangkatnya, dan meletakkannya di ranjang kamarnya. Donghae mengecup kening Yoona, dia membiarkan Jisoom ahjumma menyelimuti Yoona. Sedangkan dia turun ke bawah, mengambil surat Seo untuk Kyu dan mengendarai motornya ke rumah Kyuhyun.

#Tenth Rain

Donghae menerobos masuk ke rumah mewah itu setelah mendengar suara pertengkaran, suara seseorang memecahkan sesuatu, tonjokan, dan jerit tangis anak kecil. Donghae melihat Kyuhyun mencengkram kerah baju Jaejong, menyudutkannya ke tembok. Sementara di pojok ruang tamu yang besar itu, di sudut tempat vas bunga besar berada, Sulli menangis dengan boneka keroro di pelukannya.

Donghae dilema antara menyelamatkan Jaejong dari amukan Kyuhyun atau menyelamatkan Sulli dari tontonan menyeramkan ini. Tapi Jaejong terlihat pasrah dan sulit bernapas. Donghae yakin, Kyuhyun tidak enggan membunuh Jaejong saat ini, walaupun Donghae juga yakin Kyuhyun akan menyesali hal itu selama sisa hidupnya.

Donghae pun berlari ke arah Kyuhyun, menariknya untuk melepaskan Jaejong. Kyuhyun memberontak melawan Donghae. Tapi Donghae cukup kuat menahannya. Jaejong merosot di lantai, terkulai di depan dinding. Donghae pun sadar Jaejong sedang mabuk berat.

“Kenapa berhenti hah? Ayo pukul aku jagoan! Bunuh aku! Hidup ini sudah tidak berguna lagi. Bunuh saja aku!” Jaejong meracau. Pipinya lebam bekas tamparan Kyuhyun.

“Kau memang pantas mati! Kau tidak berguna Cho Jaejong!” Teriak Kyuhyun, sambil memberontak berusaha melepaskan diri dari tangan kekar Donghae yang menahannya.

Jaejong terkekeh.”Benar sekali…” Jaejong melirik Kyuhyun dengan mata mabuknya,”Tapi apa kau juga berguna? Apa yang sudah kau lakukan selama ini? Kerjaanmu mengejar gadis itu saja. Siap namanya? Seo mo…. Seo Moo Hyun?

Kyuhyun memberontak lagi, lebih keras kali ini, tapi Donghae mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menahan Kyuhyun. Donghae tahu penyesalan Kyuhyun kelak jika dia membunuh Jaejong saat ini.

“Jangan pernah mengucapkan namanya dengan mulut kotormu itu!” Teriak Kyuhyun. Sulli masih terisak di ujung sana. Tidak ada yang memperhatikannya.

“Kau seharusnya mati Cho Jaejong, kau tidak pantas ada di keluarga ini. Kau tidak pernah menjalankan peranmu dengan baik. Tidak pernah menjadi kakak yang baik untukku dan Sulli. Kau selalu mengambil semua perhatian appa dan eomma dari kami dengan penyakit livermu itu. Tapi sekarang? Setelah kau sembuh kau jadi gila seperti ini. Kau merusak dirimu dengan minum-minuman setan itu, pulang seenak hatimu. Sok hebat dan berkelahi di luar sana. Pulang dengan badan penuh luka. Membuat mama menangis. Maumu apa Jae????!!!” Tanya Kyuhyun.

Jaejong tersenyum pedih,”Mauku? Mauku?” jaejong terombang-ambing dalam pikirannya yang dipengaruhi alkohol,“aku ingin membunuh orang tua kandungku.”

Kyuhyun tersentak. Apa yang diucapkan hyungnya ini? Orang tua kandung? Siapa? Appa eomma? Dia ingin membunuh appa dan eomma?

“Aku ingin membunuh mereka yang membuatku lahir ke dunia, kemudian membuangku begitu saja.”

“Apa yang kau bicarakan Jae?” Tuntut Kyuhyun.

“Apa kau sadar kenapa aku tidak mirip denganmu dan Sulli? Sedangkan kalian berdua sangat mirip?”

Kyuhyun menatap huyungnya curiga.

“Aku anak adopsi. Diadopsi dari panti asuhan 20 tahun yang lalu. Mereka menutupi semuanya. Tapi kebenaran pasti terungkap. Aku tahu siapa aku sebenarnya. Aku bukan Cho Jaejong. Aku bukan anak Cho Dong Joon dan Cho Hyo Min. Aku Kim Jaejong. Aku hanya digunakan untuk memancing kelahiran kau dan Sulli dari rahim umma. Itulah kenapa aku selalu memberontak. Karena aku tidak pernah diharapkan ada. Aku hanya pancingan. Tapi aku terlalu bodoh hingga penyakit itu menyerang dan merenggut hatiku. Dan aku pantas mati karena membiarkan kekasihku membunuh dirinya sendiri untuk memberikan hatinya padaku. Mengganti hatiku yang rusak.” Jaejong jatuh terpuruk di lantai dan menangis dengan sedu sedan,”aku tidak bisa hidup di sini lagi. Aku harus pergi dari sini. Aku harus bertemu jessica.” Jaejong meracau dalam sedu sedannya.

Kyuhyun menatap huyungnya itu dengan luka yang merembeskan darah segar di hatinya. Rahasia apa yang disimpan appa dan eomma selama ini.

Tidak ada yang memberitahunya kalau Jaejong adalah anak adopsi. Tidak ada yang memberitahunya kalau hati yang diplantasikan untuk Jaejong adalah hati milik jessica, kekasih kakaknya sendiri yang meninggal karena penyakit kelainan jantung.

Kyuhyun baru sadar, Jaejong membicarakan jessica dalam racauannya tadi. Jessica, adik kandung Donghae. Kyuhyun tahu bagaimana terpukulnya Donghae akibat kepergian jessica. Kyuhyun menoleh menatap Donghae. Tapi tidak ada Donghae di sana.

Kyuhyun  berjalan ke luar, Hae duduk di depan rumahnya. Menunduk. Kyuhyun menepuk punggungnya pelan, dan duduk di sampingnya.

“Maafkan huyungku, Hae.”

Donghae menggeleng,”Dia tidak salah. Keinginan terbesar Jessica adalah Jae bisa hidup lebih lama untuk menikmati kehidupan ini.”

“Hyungku mengecewakan dongsaengmu kalau begitu.”

Donghae tersenyum miris,”Dia hanya kalah cepat. Jess meminta obat-obatnya dihentikan, segera setelah dia tahu Jaejong berencana mendonorkan jantungnya untuk Jess. Kau tahu Jessica kan, seperti biasa, selalu ingin bertindak sebagai yang berkuasa. Dia ingin Jae lah yang terus hidup.”

“Jess akan kecewa melihat Jae seperti ini.”

Donghae hanya menatap ke langit, tapi tidak ada bintang malam ini. Tidak ada Jess di sana. Mungkin dia sedang bermain-main bersama bidadari di balik langit hitam kelam itu. Di suatu tempat yang Donghae tidak pernah tahu.

“Kau benar Hae. Hidup terus berlanjut. Aku harus membawa Jaejong pergi dari sini. Aku harus menyelamatkannya. Dia tidak bisa terus hidup jika tinggal di tempat yang selalu mengingatkannya atas pengorbanan Jessica.”

“Kau mau pergi?” Tanya Donghae kaget.

Kyu mengangguk.”Ya. London. Aku harus membawa Jaejong dan Sulli ke sana. Jae harus tahu banyak orang yang benar-benar mencintainya, mengharapkan kehadirannya. Jae harus tahu bahwa keluargaku tidak menganggapnya sebagai pancingan, tapi sebagai Seorang Cho Jaejong. Anak lelaki tertua keluarga Cho. Ada Halmeoni dan keluarga besarku yang siap menunjukkan itu semua pada Jaejong di sana.”

Donghae tidak sanggup berkata apa-apa. Jessica, adik yang dicintainya, yang dilindunginya, bunga mataharinya, telah pergi meninggalkannya. Kini, sahabat yang paling dia percaya juga berencana pergi meninggalkannya.

“Bagaimana dengan Seo?” Ucap Donghae akhirnya. Seohyun lah yang bisa menghentikan Kyuhyun.

Kyu terdiam. Seohyun. Cintanya. Hidupnya. Bagaimana bisa dia hidup tanpa Seo Joo Hyun dalam jangkauan penglihatannya.

“Bacalah ini Kyu. Mungkin ini bisa mengubah pikiranmu.”

Donghae menyerahkan surat dari Seohyun. Kyuhyun menerimanya. Jantungnya berdegup tak karuan. Surat pertama. Tanggapan pertama Seohyun atas perasaannya.

#Eleventh Rain

Seohyun berdiri di sana dan menunggu. Ini jalan yang ia pilih. Pilihan pertama yang dipilihnya sendiri. Tanpa campur tangan siapa pun. Dia hanya membawa satu tas ransel kecil dan seluruh uang tabungannya. Ini pertama kalinya dia berdandan. Hanya untuk Kyuhyun.

Ini pertama kalinya dia pergi tanpa izin. Pertama kalinya dia memberontak. Melanggar semua peraturan yang selama ini didekapnya erat. Jauh di atas semua itu. Hatinya telah mantap untuk pergi bersama Kyuhyun. Dia tidak berencana untuk kembali ke kota kecil ini.

Seohyun tidak lelah menunggu. Bahkan saat dua jam telah berlalu dan Kyuhyun tak kunjung dartang. 3 jam. 4 jam. 5 jam. Hujan. Petir. Hari mulai gelap, matahari beringsut turun. Digantikan langit malam yang hitam pekat. Seo tetap berdiri. Dia tidak sedikit pun goyah. Seo yakin dan percaya Kyuhyun tidak pernah mengecewakannya.

Seo menggigil kedinginan. Tapi dia tetap berdiri. Setia. Bertahan.

Lalu sosok jangkung muncul. Yoona. Berlari . Terengah. Menubruk Seohyun. Memeluknya.

Yoona terisak dan berbisik.

“Seo, mianhae… Mianhae… “ Yoona tidak mampu berkata, lidahnya terlalu kelu untuk mengatakan hal yang bisa membuat sahabatnya terpuruk.

Tapi dia tahu Yoona harus cepat menyelesaikannya, akan lebih baik jika kita berdiri menghadapi masalah daripada terus bersembunyi.

“Kyuhyun pergi ke london. Dia tidak pernah berkata kapan akan pergi. Eunhyuk yang melihatnya. Di bandara. Tapi Eunhyuk tidak bisa mengejarnya. Pesawatnya sudah berangkat. Donghae juga berusaha menghubunginya, tapi tidak sempat lagi.”

Seohyun rubuh. Pertahanan terakhirnya runtuh. Kini dia hancur berkeping-keping, dalam dekapan Yoona.

#Twelfth Rain

Kyuhyun melipat surat itu lagi. Kertasnya kucel karena sudah dibuka dan dilipat berkali-kali. Kyuhyun tahu, dia bisa saja membawa Seohyun pergi. Tapi dia tidak ingin mengingkari peraturan lagi. Jika bersama Seohyun, dia harus melakukannya secara baik-baik. Membawa Seohyun pergi dengan restu kedua orang tuanya dan orang tua Seohyun. Itu mustahil sekarang. Kyuhyun tahu dia belum pantas. Seperti kata Jaejong dia tidak berguna. Belum. Dia akan menjalani hidupnya dari awal, menemukan dirinya.

Seohyun adalah hal terindah yang pernah dia temukan. Tapi kali dia punya tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap Seorang Hyung yang hampir gila ditinggal mati kekasihnya. Terhadap Sulli, adik kecilnya yang tidak pernah mengecap kebahagiaan seperti yang seharusnya dirasakan anak berumur 8 tahun. Terhadap orang tuanya, yang mencintainya walaupun jarang memperhatikannya.

Mereka tidak pernah menuntut apa-apa dari Kyuhyun. Tapi ini tugasnya. Menjaga keluarganya tetap utuh. Bagaimanapun Jaejong adalah huyungnya. Entah dengan cara apa Jaejong hadir dalam keluarganya.

“Oppa. Dingin.” Sulli mengeluh, bibirnya bergetar. Boneka Keroro hijaunya setia dalam pelukannya.

Kyuhyun tersenyum, mengeluarkan selimut kecil untuk Sulli, menurunkan sandaran bangku Sulli, merebahkannya, dan menyelimutinya.

“Tidurlah Jagi, setelah kau melihat London, hatimu akan hangat. Semua akan kita mulai dalam lembaran baru. Bersih. Tanpa noda. Semua akan baik-baik saja.”

Kyuhyun mengecup kening Sulli lembut. Kemudian melirik Jaejong yang duduk di pinggir jendela di seberang tempatnya duduk. Lelaki itu diam mematung dengan kacamata hitam dimatanya. Kyuhyun tahu Jaejong mencoba membuang semua kenangan tentang jesssica di sepanjang samudera yang mereka lalui. Ya Hyung. Kita mulai hidup yang baru.

#Thirteenth Rain

Seo Joo Hyun, My Only One Angle,

Bukankah cinta terlalu indah untuk kita obrak abrik seperti ini? Seo Hyun, sudah terlalu jauh kita melukai cinta ini. Padahal cinta inilah satu-satunya yang menghubungkan seorang angle seperti kau dan seorang evil seperti aku.

Seohyun ku sayang,

Mari kita biarkan cinta ini meneruskan hidupnya. Menyembuhkan dirinya. Kita berdua terlalu angkuh dan egois untuk memikirkan keadaannya selama ini.

My Baby Seohyunie,

Aku pergi bukan untuk menghindarimu. Suratmu kemarin membuatku sadar. Aku sudah memaksa cinta ini terlalu keras. Hingga dia yang seharusnya suci menjadi tercemar.

Seo Joo Hyun My Goddess

Lanjutkan hidupmu. Jangan biarkan aku yang ganteng ini menghantui hidupmu. Aku menyimpanmu dihatiku. Selamanya.

Love

Evil Kyu

Seohyun melipat surat itu. Melanjutkan hidup? Yang benar saja?

Seohyun menelungkupkan wajahnya di atas lututnya. Cara seorang evil membalas perbuatannya selama ini berhasil menghancurkan dirinya. Berkeping-keping. Seohyun merasa kebas. Tiba-tiba dia merasa dunia menjadi putih untuknya. Membuatnya ingin muntah.

#Fourteenth Rain

Yoona mengintip dari kaca pintu kamar di rumah sakit tempat Seohyun dirawat. Dia ingin memeluk Seohyun. Dia tahu Seohyun telah hancur. Tapi tangan lembut Donghae menahannya.

“Biarkan dia sendiri jagi.” Donghae membawanya duduk di kursi di lorong rumah sakit.

Yoona merasakan emosi kuat kembali menghantamnya,”Oppa, aku tahu bagaimana perasaanmu pada Seohyun selama ini.”

Donghae tersentak kaget. Apa maksud yeojachingunya ini? Donghae tidak pernah tertarik pada Seohyun. Dia mencintai Yoona.

“Apa maksudmu Yoong?” Tanya Donghae. Dadanya berdesir cepat.

Yoona menoleh, menatap Donghae. Matanya menyipit, menembus mata Donghae bagai belati yang siap mengoyak lawannya.

“Rasanya. Aku ingin membunuh Kyuhyun.”

Donghae pun mengerti. Kyuhyun memang keterlaluan. Dia kelewatan. Mungkin itu yang akan dikatakan siapa pun yang mengetahui kepergian Kyuhyun yang tiba-tiba ini.

Tapi Donghae tahu di mana dia harus berdiri. Dia punya sudut sendiri untuk melihat Kyuhyun. Dia masih berdiri di tempat yang sama. Sejauh apapun Kyuhyun pergi, kyuhyun masih sahabatnya. Dan tidak akan pernah berubah.

Donghae tahu alasan Kyuhyun melakukan hal ini. Inilah yang dilakukan pria sejati. Melindungi keluarga. Jalan Seohyun dan Kyuhyun masih panjang. Mungkin saja kisah mereka berakhir di sini. Tapi author masih pengen lanjut. Kalo reader gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s