Vintage [Part 1]

Standard

vintage

 

Korean Fanfiction

Judul     : Vintage [Part I]

Author  : hayputrii

Genre   : Romance, Family

Cast       : Cho Kyuhyun

Song Yubi

Song Joongki

Cho Ahra

 

Hap hap hap, korean ff ini ketulis karena saya lagi seneng denger suara Kyuhyun, lagi seneng merhatiian karakter dia yang evil luar biasa tapi sekaligus sopan dan sok polos. Euhmm Song Yubi ini kepilih jadi cast ceweknya gara-gara saya nonton Nice Guy. Wow, siapa yang nggak terkesima sama aktingnya Song Joongki. He made it here! Nah, saya browse lah tentang karakter adiknya Joongki yang di sayang Joongki habis-habisan di serial itu. ternyata dia model dan anak model terkenal di korea, namanya Lee Yubi. Tapi supaya pas di sini saya ganti *misi ya mbak* jadi Song Yubi. Bagi saya Yubi ini cewe yang cukup cantik buat Kyuhyun. Yah walaupun hanya sekedar bias, saya agak sedikit nggak rela kalo Kyuhyun di pasangin sama cewek yang kurang oke secara fisik dan kepribadian. Setelah menimbang, mengukur, menilai, dan membaca banyak sumber, hahaha *niat banget* akhirnya saya memutuskan Yubi lah yang paling cocok buat Kyuhyun! So, nikmatin FF nya. Komen kalo suka. Kritik diterima dengan lapang dada. Saya Insya Allah, bakal sering-sering post part selanjutnya. Amin amin amin. Komen loh chingu, biar saya semangat nerusinnya. Hap hap hap!

 

Yubi POV

“Ya! Song Yubi! Tumben kau ada di rumah?” aku menoleh ke arah kakak laki-laki ku satu-satunya. Pagi-pagi dia sudah membuat masalah denganku.

“Kau sendiri seperti selalu di rumah saja.” Ketusku dingin.

“Paling tidak aku kan tidak keliling eropa dan pulang ke korea hanya sebulan sekali. Seperti anak perempuan keluarga ini.” Joongki oppa melirikku dengan jahil, kemudian duduk di sampingku di meja makan.

Eomma yang sedang menyiapkan secangkir jus untuk appa tersenyum senang melihat kedua anaknya yang sangat jarang berinteraksi saling berbicara pagi ini. Walaupun yang dibicarakan adalah sesuatu yang bisa menyulut perkelahian.

“Ada apa huh?” Joongki oppa menatapku lurus-lurus. Yah, walaupun dia adalah kakak yang usil, tapi dia mengenalku nyaris seumur hidupnya. Jadi sedikit saja perubahan aura di wajahku bisa dibaca jelas olehnya.

“Eomma tidak membolehkanku bekerja sampai bulan depan?”

“Ah, itu bagus!”

Aku memukul lengan Joongki oppa. Tidak cukup keras untuk membuatnya kesakitan. Tapi ia menghindar sambil tertawa geli.

“Memangnya kenapa si kecil harus dikerangkeng eomma?” kini matanya yang tadi jahil menatap lembut ke arah eomma. Begitulah cara oppa memandang eomma. Hangat, lembut, dan penuh kasih sayang. Hal itu membuatku menirunya. Akhirnya aku lahir menjadi seorang gadis yang selalu mengatakan ya pada permintaan eomma dan appa.

“Karena kita punya agenda keluarga yang musti dijalankan bulan ini.” Eomma berjalan ke meja makan sambil membawa segelas jus lezat yang membuatku meneguk ludah. Harusnya tadi aku meminta eomma membuatkannya untukku juga. Tapi aku terlanjur meminum susu coklat ini.

“Apa itu?” tanya Joongki oppa mewakili rasa penasaranku.

“Liburan keluarga. Kita berempat, ke pulau Bali.”

Aku meringis, Bali? Harusnya minggu depan aku di sana untuk pemotretan sebuah majalah fashion. Tapi pada akhirnya aku memang ke sana. Bukan untuk bekerja. Untuk liburan. Aneh rasanya.

“Dan appa juga ingin kamu mengurangi aktivitas fashionmu.” Suara berat datang dari arah belakang. Appa turun dari tangga membawa tas kerja dan setelan yang ia sampirkan di lengan. Bagiku appa orang paling gagah di dunia. Yah, Joongki oppa memang punya badan six pack dan berotot dan yah, dipuja-puja seantero wanita asia. Tetap saja, appa ku jagoannya!

“Hmm…” gumamku pelan. Kan sudah kubilang aku nggak bisa bilang tidak.

Joongki oppa memelukku dengan lengan kirinya, dan mengecup keningku lembut,”Aku akan sering melihatmu di rumah, itu hal terbaik yang akan kudapatkan tahun ini.” Bisiknya.

Eomma tesenyum menatap kami, begitupula appa yang sudah duduk di kursi makannya.

“Kamu harus kuliah sayang, masa kau menolak tawaran seoul university lagi tahun ini.” Eomma melirikku dari bulu matanya yang lentik. Yang diturunkan dengan sempurna pada Joongki oppa dan aku.

“Lagian, sayang sekali barisan nilai A di izasahmu itu. mereka merasa di lecehkan karena kau tidak membuat mereka berguna.” Kali ini Joongki oppa ikut memanasiku.

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya, ada baiknya juga ide itu. Tapi artinya aku tidak bisa lagi keluar negeri seenaknya. Karier model internasionalku musti dipending.

“Tapi Yubi yang pilih jurusannya ya!” pintaku memelas.

“Tentu. Nanti appa yang membantumu mengurusi pendaftarannya. Kau sudah memikirkan mau masuk jurusan apa?” tanya appa.

Aku mengagguk. Sudah. Aku punya mimpi-mimpi. Plan A, B, C, dan X,Y,Z dalam hidupku. Jika dunia permodelan harus kutinggalkan maka aku akan memasuki mimpiku yang baru.

“Jurusan apa sayang?” tanya eomma lembut.

Aku menatap ketiga pasang mata yang menungguku, ah, mata-mata cinta penuh kasih sayang itu membuatku merasa cukup. Aku bersyukur untuk semua berkah ini.

“Design interior.” Jawabku tegas.

Dan ketiga mata itu sekarang bertambah cerah dengan seulas senyum lebar yang menghiasi wajah-wajah mempesona mereka.

~

Kyuhyun POV

“Nah, si pemalas ini bangun juga.” Aku berjalan ke dapur, mengacak rambutku yang belum tersentuh air pagi ini.

“Memangnya kau! Cewek vampir! Sudah menghisap berapa liter darah tadi malam?” aku mengarahkan pandangan mengejek pada kakakku, Choi Ahra yang memang bekerja hingga larut malam sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit.

“Ahra Cullen tidak menghisap darah,” ucapnya seperti anak kecil.

“Aku tidak mau menjadi Kyuhyun Cullen, dia tidak cukup tampan untuk kuperankan.” Ucapku sambil menuang soda dalam gelas.

Eomma yang baru keluar dari kamarnya mengecup pipiku dan Ahra oenni, sebelum memasang celemek dan menyiapkan sarapan untuk kami. Ahra oenni bangkit dan membantunya.

“Ahra, kau sudah menyerahkan surat cutimu kan?” eomma berkata dengan lembut.

“Sudah eomma.” Jawabnya.

“Ya, kau tahu apa arti cuti? Kupikir kau akan bekerja seumur hidupmu?”

Ahra oenni tersenyum tipis dan berkata,”Walaupun kau adik yang nakal, tapi aku bersedia meluangkan waktu untukmu vampir kyu!”

Aku menaikkan alisku dan menatap eomma. Eomma mencuci sayuran sambil menatapku,”Kita akan berlibur. Sudah saatnya kita berkumpul, eomma kan juga merindukan anak-anak eomma.”

“Kan eomma sudah melihat anak eomma yang tampan ini setiap hari.” Seruku.

“Ya, eomma hanya ingin menikmati waktu di tempat yang indah bersama kalian, apa tidak boleh?”

“Boleh eomma… kita mau kemana?” tanyaku.

“Bali, kau akan suka. Appa sudah menyewa kondomium yang sangat indah, di halaman belakangnya langsung lautan. Kau harus pastikan jadwalmu kosong ya kyu.”

Aku mengangguk mengiyakan eomma. Aku butuh libur. Aku tahu itu. karena Aku tidak mungkin berada di sini saat perempuan itu mengucapkan janji suci bersama pria lain. Hatiku tidak mengizinkan untuk berbahagia, walau mata dan mulutku berusaha keras untuk melakukan hal yang berbeda.

~

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s